ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perindustrian (Kemeperin) mengakui tingkat utilisasi industri manufaktur nasional tetap menghadapi tantangan besar. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tekanan ekonomi dunia hingga persoalan pasokan daya nan belum sepenuhnya terselesaikan.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan pemerintah terus mencari beragam solusi agar kapabilitas produksi industri dapat meningkat tanpa membebani pelaku usaha. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berasal dari sisi permintaan, tetapi juga dari aspek biaya produksi.
"Mengenai utilisasi 61,8%, tentu ada banyak perihal nan saya kira Pimpinan dan personil Komisi VII memahami betul situasi dunia nan sangat mempengaruhi nyaris semua negara, termasuk negara-negara industri," kata Faisol dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (14/7/2026).
Pemerintah terus berupaya menjaga pertumbuhan industri melalui beragam cara. Sejumlah investasi baru juga mulai didorong agar dapat memperkuat kapabilitas industri nasional dalam beberapa tahun mendatang. Meski demikian, proses tersebut dinilai memerlukan waktu.
"Makanya hari ini nyaris semua negara-negara industri berlomba-lomba untuk mempercepat industrialisasi di masing-masing negaranya. Utilisasi kami dengan beberapa negara industri agak mirip Pimpinan, misalnya seperti India, tetapi kami berupaya untuk terus menjaga agar keahlian industri ini tetap tumbuh dengan baik dengan beragam kerjasama kerja sama dari beragam KL, terutama inisiatif industri nan dikembangkan oleh Bapak Presiden melalui BPI Danantara, begitupun juga dengan investasi-investasi baru," ujarnya.
Salah satu tantangan utama industri saat ini adalah kesiapan energi, khususnya gas. Pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui beragam skema agar nilai tetap kompetitif bagi pelaku industri.
"Di samping itu ada hambatan-hambatan internal nan kami juga sudah meminta support dari beragam lembaga, misalnya support mengenai keberadaan kecukupan daya misalnya di bagian gas, di mana kita tahu bahwa pemerintah melalui situasi dunia nan ada dan kenaikan nilai dunia gas ini terus berupaya menyediakan kebutuhan untuk industri," katanya.
Adapun penyelesaian persoalan tersebut memerlukan koordinasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir sehingga industri tetap bisa bersaing di tengah tekanan global.
"Namun demikian kita tahu bahwa ini bukan juga mudah semuanya kita selesaikan lantaran hulu dan hilir kudu dikoordinasikan dengan cukup baik," ujar Faisol.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·