Kembangkan Talenta Sepak Bola, McDonald’s Indonesia Gelar Pelatihan 200 Anak oleh Indra Sjafri

1 jam yang lalu 3
Kembangkan Talenta Sepak Bola, McDonald’s Indonesia Gelar Pelatihan 200 Anak oleh Indra Sjafri Anak-anak peserta McDonald’s Football Clinic berlatih berbareng pembimbing Indra Sjafri dan pesepak bola nasional Atep di Bandung.(ISTIMEWA)

DI tengah meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola, McDonald’s Indonesia membuka akses training inklusif bagi 200 anak usia 8-12 tahun. Mereka dilatih oleh pembimbing sepak bola nasional Indra Sjafri melalui McDonald’s Football Clinic.  

Program ini menjadi bagian dari seremoni 35 tahun dan sebagai bagian dari kampanye FIFA World Cup Goes to McDonald’s. Kegiatan ini telah diselenggarakan di Jakarta pada 12 Juli 2026 berbareng pesepak bola ahli Rio Fahmi.

Selanjutnya, program digelar di Bandung, baru-baru ini, berbareng legenda Persib, Atep.

Membawa semangat “Sepenuhnya Indonesia”, sebanyak 40 anak dari organisasi prasejahtera turut diberikan kesempatan untuk mengikuti training ini secara gratis, komplit dengan jersey dan sepatu baru.

Melalui program ini, McDonald’s Indonesia juga mau mendorong agar euforia sepak bola tidak berakhir sebagai tontonan semata, melainkan menjadi kesempatan nyata bagi lebih banyak anak untuk belajar langsung dari pembimbing nasional. Mereka juga mendapat inspirasi dari pemain profesional.

Upaya ini menumbuhkan semangat anak-anak Indonesia untuk mengejar angan menjadi calon pemain masa depan nan bisa mengharumkan nama bangsa di lapangan hijau.

“Tidak semua anak mempunyai kesempatan untuk belajar langsung dari pembimbing nasional dan berjumpa dengan pemain profesional. Karena itu, kami mau menghadirkan kesempatan tersebut lebih dekat kepada mereka. Melalui McDonald’s Football Clinic, kami berambisi para talenta muda ini tidak hanya memperoleh pengalaman latihan nan berkualitas, tetapi juga mendapat pembekalan untuk tumbuh menjadi pribadi nan berbudi pekerti baik, percaya diri, disiplin, dan berani mengejar cita-citanya,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia.

Inisiatif ini juga datang di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola. Survei Populix pada Maret 2026 mencatat bahwa 90% Gen Z dan Milenial mempunyai minat terhadap olahraga berbasis lapangan, dengan sepak bola menjadi salah satu bagian olahraga nan paling digemari.

Melalui McDonald's Football Clinic, McDonald's Indonesia mau menumbuhkan semangat nan sama pada generasi berikutnya dengan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan potensinya melalui sepak bola sejak usia dini.


PENGALAMAN BELAJAR


Setiap sesi latihan McDonald’s Football Clinic dirancang langsung oleh Coach Indra Sjafri agar peserta tidak hanya menguasai teknik dasar sepak bola, tetapi juga membangun karakter positif. Selama 70 menit, anak-anak dibagi ke dalam sistem rotasi golongan dengan pendampingan intensif untuk mendalami tiga materi utama: Passing, Small-Sided Games (SSG) Shooting, dan Shielding. Seluruhnya berjalan dalam dua sesi latihan.

“Dalam pembinaan usia dini, setiap anak mempunyai tahapan perkembangan nan berbeda sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan. Melalui rotasi di setiap area latihan, anak-anak dapat mengembangkan keahlian teknis secara berjenjang sekaligus belajar berkoordinasi dan mengambil keputusan di lapangan,” jelas Indra Sjafri.

Baginya, keahlian teknis hanyalah separuh dari pembinaan usia awal nan ideal. Separuh lainnya adalah karakter.

“Dalam olahraga memang kudu ada jiwa kompetitif, tetapi menang bukanlah tujuan akhir. Setiap kemenangan kudu diraih dengan cara-cara nan baik,” tegasnya.

Prinsip itu turut dia tekankan langsung kepada orangtua peserta. Di sela sesi latihan, Coach Indra turut menyempatkan diri berbincang dengan mereka, sebuah momen nan jarang ditemui di program sejenis pada umumnya.

Ia menggarisbawahi pentingnya peran orangtua dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak dan mengarahkan mereka menjadi generasi muda nan berbudi pekerti baik serta mempunyai sportivitas, rasa percaya diri, rasa hormat terhadap orang nan lebih tua, dan menghargai kerja sama tim. Nilai-nilai ini bakal berguna, baik di lapangan maupun dalam kehidupan mereka sehari-hari.


INSPIRASI PEMAIN PROFESIONAL


Selain mengikuti sesi latihan, para peserta juga mendapat kesempatan mendengarkan kisah inspiratif. Mereka berbincang langsung dengan Rio Fahmi di Jakarta dan Atep di Bandung mengenai perjalanan keduanya hingga menjadi pemain nasional.

”Perjalanan saya dimulai dari seorang anak kampung di sebuah kota mini dengan akses dan akomodasi nan serba terbatas. Namun, perihal itu tidak menyurutkan tekad saya untuk menjadi pemain profesional. Bahkan setelah menjadi pemain nasional pun, tantangan selalu ada. Tidak ada proses nan instan, setiap kesuksesan dibangun dari disiplin berlatih, kemauan untuk terus belajar, dan tidak lupa beribadah. Saya sangat senang memandang semangat adik-adik nan hadir. Bukan tidak mungkin dari McDonald’s Football Clinic hari ini, ada dari mereka nan menjadi bintang lapangan hijau di masa depan,” tutur Atep, legenda sepak bola nasional.


40 ANAK DARI KOMUNITAS PRASEJAHTERA


Sebagai bagian dari komitmen membuka akses nan lebih setara, McDonald’s Indonesia mengundang 40 anak berbakat dari golongan prasejahtera nan dibina oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jakarta dan Bandung untuk mengikuti training di McDonald’s Football Clinic ini tanpa dipungut biaya. Tidak hanya itu, agar mereka terus antusias mengembangkan potensinya, McDonald’s Indonesia juga memberikan perlengkapan olahraga berupa sepatu dan jersey baru kepada total 200 anak di kedua SSB tersebut.

“Banyak anak berbakat hanya memerlukan satu kesempatan untuk percaya bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan. Hari ini, kami memandang semangat dan rasa percaya diri itu tumbuh dalam diri mereka. Tidak ada nan lebih membahagiakan selain memandang anak-anak pulang dengan kepercayaan bahwa mereka juga bisa meraih masa depan nan lebih baik. Semoga semakin banyak anak Indonesia, apa pun latar belakangnya, mendapat kesempatan nan sama untuk mengembangkan potensinya di bumi sepak bola,” kata M Iqbal, Perwakilan SSB Youth Aurasic Bandung.

Salah satunya adalah Purnama, kapten tim SSB Youth Aurasic Bandung. Sejak usia 8 tahun, dia telah menunjukkan minat besar untuk menjadi pemain sepak bola dan rutin berlatih di lapangan sederhana nan berada di samping warung makan milik orangtuanya.

Ayah Purnama, Heri Mulyana sangat mengapresiasi kesempatan langka ini.

“Melihat kesungguhan anak saya berlatih, sebagai orang tua, saya hanya mau bisa terus mendukung talenta Purnama. Di tengah kondisi ekonomi family kami nan terbatas, memandang Purnama bisa berlatih langsung dengan Coach Indra Sjafri adalah sebuah pengalaman berbobot nan tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Semoga ini mendorong Purnama semakin percaya diri bahwa dia mempunyai kesempatan nan sama untuk maju dan meraih cita-citanya dengan kerja keras dan disiplin berlatih,” ungkapnya.


KOMITMEN BERLANJUT


McDonald’s Football Clinic merupakan bagian dari komitmen berkepanjangan McDonald’s Indonesia untuk mendukung terciptanya generasi muda nan sehat dan aktif melalui olahraga. Selama lebih dari satu dekade, McDonald’s Indonesia telah menghadirkan beragam inisiatif.

Mulai dari mengirimkan anak-anak Indonesia sebagai Player Escort pada arena sepak bola internasional pada 2014 dan 2018, menyelenggarakan kejuaraan sepak bola antar SMA McDonald’s Liga Ayo pada 2023, hingga merenovasi 44 akomodasi olahraga sekolah di 12 provinsi pada 2025.  

Melalui beragam inisiatif tersebut, McDonald’s Indonesia berambisi semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensinya dan berani mengejar mimpi melalui olahraga.

Selengkapnya