Kemendikdasmen Sosialisasikan MPLS Ramah hingga ke Wakatobi

5 hari yang lalu 7
Kemendikdasmen Sosialisasikan MPLS Ramah hingga ke Wakatobi Ilustrasi(Dok Istimewa)

Hari-hari pertama di sekolah bukan hanya masa beradaptasi di kelas, guru, dan kawan baru. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi injakan awal untuk mengenal nilai, budaya kondusif dan nyaman, serta karakter nan bakal membentuk perjalanan belajar siswa selama belajar di sekolah tersebut. Komitmen inilah nan ditunjukkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau penyelenggaraan MPLS Ramah di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Kamis (16/7). 

Dalam suasana nan hangat, Fajar membujuk 60 siswa baru berbincang tentang cita-cita, pengalaman mengikuti MPLS, hingga makna bersekolah. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan pengetahuan, tetapi juga tempat membangun karakter.

"Salah satu tujuan kita sekolah adalah melatih agar kita jujur. Berikutnya agar pintar, mengembangkan bakat, dan meraih cita-cita," ujar Fajar dilansir dari keterangan resmi, Jumat (17/7). 
 
Ia melanjutkan bahwa MPLS bukan hanya mengenalkan ruang kelas alias tata tertib sekolah. Lebih dari itu, MPLS adalah awal pembentukan karakter, tempat siswa belajar menghargai teman, menghormati guru, mencintai sekolah, dan menyiapkan masa depan

Semangat membangun lingkungan belajar nan sehat di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan juga tercermin dalam budaya sekolah nan selama ini telah dijalankan. Sekolah mengintegrasikan pendidikan konservasi dalam pembelajaran, membiasakan peserta didik membawa botol minum, memilah sampah organik dan anorganik, mengolah sampah organik menjadi kompos, serta mendorong beragam aktivitas nan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua Panitia MPLS SMP Negeri 1 Wangi-Wangi Selatan, Sariono, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian aktivitas disusun merujuk pada pedoman MPLS Ramah nan diterbitkan Kemendikdasmen.

"Pelaksanaan MPLS merujuk pada pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu, kami menyesuaikannya dengan karakter wilayah melalui Kurikulum Eduwisata nan mengintegrasikan aspek lingkungan, budaya, dan pariwisata," ujarnya.
 
Ia menambahkan bahwa sekolah telah mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak sejak tiga tahun lampau sehingga seluruh pembimbing berkomitmen menciptakan lingkungan belajar nan bebas dari perpeloncoan maupun segala corak kekerasan.
 
Budaya tersebut selaras dengan semangat MPLS Ramah nan tidak hanya membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memperkenalkan kebiasaan-kebiasaan baik nan menjadi identitas sekolah. Sejak hari pertama, peserta didik diajak memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan pengetahuan, melainkan juga ruang untuk membangun karakter, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
 
Bagi para siswa baru, suasana tersebut memberikan kesan positif sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari family besar sekolah. Salah seorang peserta didik baru, Citra Prisana Fitra Ode, mengaku semakin percaya diri mengikuti MPLS lantaran suasana sekolah nan hangat.

"Saya sangat senang dan gembira. Teman-teman sangat antusias sehingga membikin saya semakin percaya diri. nan paling berkesan adalah guru-gurunya baik dan ramah," tuturnya.

Usai berbincang dengan para murid, Wamendikdasmen meninjau hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan nan telah diterima sekolah. Bantuan revitalisasi tersebut mencakup pembangunan ruang manajemen guru, toilet, dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) nan mendukung terciptanya lingkungan belajar nan lebih nyaman dan layak. (H-2)

Selengkapnya