Kemenkes Petakan Masalah Kesehatan di Setiap Kelompok Usia Berdasarkan Cek Kesehatan Gratis

4 hari yang lalu 11
Kemenkes Petakan Masalah Kesehatan di Setiap Kelompok Usia Berdasarkan Cek Kesehatan Gratis : Tenaga kesehatan mengambil sampel darah santri saat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) nan dilaksanakan Puskesmas Sewon I di Pondok Pesantren An Nur, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (19/6/2026)(ANTARA/RAHID PUTRA)

BERDASARKAN hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama satu semester terakhir memberikan gambaran mengenai tantangan kesehatan masyarakat di setiap golongan usia. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada golongan bayi baru lahir, hasil Newborn Screening menunjukkan bahwa dari enam jenis skrining nan dilakukan, penyakit jantung bawaan kritis menjadi kondisi dengan potensi prevalensi tertinggi. Hingga 28 Juni 2026, lebih dari 490 ribu bayi telah menjalani skrining menggunakan pulse oximetry. 

"Dari jumlah tersebut, sekitar 4,3 persen alias 20.946 bayi teridentifikasi mempunyai indikasi kelainan nan memerlukan pemeriksaan lanjutan. Temuan itu juga memperkuat pentingnya kesiapan jasa jantung anak mulai dari penemuan dini, sistem rujukan, hingga kapabilitas rumah sakit dalam menangani penyakit jantung bawaan," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (17/7).

Pada golongan anak usia sekolah dasar, masalah kesehatan nan paling banyak ditemukan adalah karies gigi, disusul peningkatan tekanan darah, gangguan status gizi, serta gangguan indra pendengaran dan penglihatan.

Memasuki golongan SMP, masalah kesehatan gigi tetap menjadi temuan terbanyak. Selain itu, mulai terlihat peningkatan masalah kesehatan jiwa, seperti kekhawatiran dan depresi, disertai meningkatnya akibat tuberkulosis (TB), peningkatan tekanan darah, dan masalah gizi.

Sementara pada golongan SMA, pola tersebut semakin menguat. Karies gigi tetap menjadi masalah utama, diikuti peningkatan tekanan darah, gangguan kesehatan mental, akibat TB, serta persoalan gizi nan menunjukkan keseimbangan antara gizi kurang alias obesitas.

Pada golongan anak sekolah dan remaja, masalah kesehatan nan paling banyak ditemukan adalah karies gigi, nan dialami oleh lebih dari 40% peserta nan diperiksa. Temuan ini diikuti oleh anemia (27%), peningkatan tekanan darah (21%), penumpukan kotoran telinga (7%), serta gizi lebih dan obesitas (7%).

Menariknya, info juga menunjukkan bahwa persoalan gizi tidak lagi didominasi gizi kurang. Proporsi anak dengan gizi lebih alias obesitas sekarang semakin mendekati nomor gizi kurang, menandakan Indonesia menghadapi double burden of malnutrition, ialah gizi kurang dan gizi lebih secara bersamaan.

Menurut Budi, temuan ini menjadi dasar krusial bagi pemerintah untuk menyusun intervensi kesehatan nan lebih spesifik sesuai golongan usia.

"Sekarang kita mempunyai info kesehatan masyarakat nan jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA. Dengan info ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya