Ilustrasi(ANTARA)
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Tim Tanggap Darurat Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak sigap menyalurkan support air bersih kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Barat. Langkah ini diambil sebagai respons atas penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di wilayah tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan jasa air bersih merupakan prioritas utama kementerian, khususnya bagi penduduk nan terdampak tandus ekstrem. Menurutnya, akses terhadap air adalah fondasi vital bagi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim.
"Di tengah bumi nan terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi nan sangat krusial bagi pembangunan berkelanjutan," ujar Dody di Jakarta, Rabu (5/8).
Penyaluran support ini difokuskan pada dua titik terdampak parah, ialah Dusun Gerebegan di Desa Jembatan Gantung (Kecamatan Lembar) dan Dusun Madak Belek 2 di Desa Cendi Menik (Kecamatan Sekotong). Sebanyak 12.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki dan ditampung ke dalam tandon berkapasitas 5.300 liter.
Bantuan tersebut menyasar kebutuhan dasar bagi sedikitnya 220 kepala family (KK) nan selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau nan berkepanjangan.
Kepala BPBPK NTB, Dades Prinandes, menambahkan bahwa kecepatan respons tim di lapangan menjadi kunci utama untuk meminimalisasi akibat kekeringan. Ia menyebut kehadiran negara sangat krusial dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses kebutuhan dasar.
"Penanganan musibah tidak hanya berfokus pada respons saat kondisi darurat terjadi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," kata Dades.
Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah wilayah dan pemangku kepentingan mengenai guna memastikan pengedaran support tepat sasaran. Pemantauan wilayah secara berkala bakal terus dilakukan selama musim tandus berlangsung.
"Kami berbareng pemerintah wilayah bakal terus memantau wilayah-wilayah nan mengalami kesulitan akses air bersih. Apabila diperlukan, pengedaran support bakal disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan agar masyarakat tetap memperoleh jasa nan optimal," pungkasnya.(H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·