Kepala BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Kemajuan Kepulauan Yapen

4 hari yang lalu 12
Kepala BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Kemajuan Kepulauan Yapen Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEPALA Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo membujuk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) menjadi pemasok perubahan nan bisa menghadirkan penemuan berbasis kearifan lokal guna mendorong kemajuan Kabupaten Kepulauan Yapen. Menurutnya, potensi lokal nan dimiliki masyarakat bakal memberikan akibat nan lebih berkepanjangan andaikan dikelola melalui pendekatan inovatif nan melibatkan kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Demikian disampaikan Yusharto saat memberikan paparan dalam aktivitas Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal dan Penguatan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kepulauan Yapen, nan dirangkaikan dengan pelepasan mahasiswa KKN Universitas Cenderawasih (Uncen) secara simbolis di Auditorium Uncen Jayapura pada Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam paparannya, Yusharto menegaskan, penyelenggaraan KKN tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan tanggungjawab akademik, tetapi juga merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan pengetahuan dalam menjawab beragam tantangan pembangunan di tengah masyarakat.

"Kehadiran mahasiswa kudu bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat. KKN menjadi kesempatan untuk melahirkan solusi nan inovatif, memperkuat pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai modal pembangunan daerah," ungkapnya

Yusharto menjelaskan, Kabupaten Kepulauan Yapen mempunyai beragam potensi nan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru, mulai dari sektor perikanan, pertanian, pariwisata, hingga kekayaan budaya masyarakat adat. Menurutnya, seluruh potensi tersebut perlu dikelola secara imajinatif tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal nan telah diwariskan secara turun-temurun.

Dia menilai kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan modal sosial nan bisa menjadi fondasi dalam menciptakan penemuan wilayah nan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh lantaran itu, mahasiswa KKN diharapkan bisa menggali potensi tersebut, mengembangkannya menjadi beragam program pemberdayaan, sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi nan lebih besar bagi masyarakat.

"Kita tidak selalu kudu memulai dari sesuatu nan baru. Banyak solusi justru lahir dari kekuatan lokal nan sudah dimiliki masyarakat. Tugas adik-adik sekalian adalah membantu mengembangkan potensi tersebut melalui pendekatan nan lebih inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," katanya.

Selain menghasilkan program kerja selama masa pengabdian, mahasiswa juga diharapkan bisa meninggalkan praktik-praktik baik nan dapat dilanjutkan oleh masyarakat maupun pemerintah wilayah setelah aktivitas KKN berakhir. Dengan demikian, faedah pengabdian tidak berakhir pada aktivitas seremonial, tetapi bisa menciptakan perubahan nan berkelanjutan.

Yusharto menambahkan, keberhasilan pembangunan wilayah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia nan bisa menciptakan penemuan sesuai karakter wilayahnya. Karena itu, perguruan tinggi mempunyai peran strategis sebagai mitra pemerintah wilayah dalam memperkuat kapabilitas masyarakat melalui riset, pengabdian, dan inovasi. (H-2)

Selengkapnya