Kepala OIKN Basuki Buka Suara Soal Isu Lokasi PFII di IKN, Ini Katanya

5 hari yang lalu 8

Jakarta, CNBC Indonesia - Lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) hingga sekarang belum ditentukan lantaran tetap dibahas berbareng antara Pemerintah dengan Komisi XI DPR RI.

Namun, sempat ada rumor bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) diprediksi menjadi salah satu pilihan letak PFII.

Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya belum bisa memastikan bakal info tersebut, lantaran penetapan letak PFII merupakan kewenangan pemerintah pusat.

"Saya enggak tahu itu. Penentuan itu (PFII) ada di pemerintah pusat," kata Basuki saat ditemui wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Namun, Basuki menyebut IKN sebenarnya sudah mempunyai area pusat finansial alias financial center. Kawasan tersebut sekarang diisi oleh beberapa perbankan, termasuk bank Himbara seperti BRI, Bank Mandiri, hingga Bankaltimtara.

"Sebenarnya jika mengenai pusat finansial, sudah ada kawasannya. nan sementara ini kan Bank Himbara, Himbara kan sudah ada di sana, ada 6 bank nan mau mulai bangun juga tahun ini, seperti BTN, BNI, BRI, Bank Mandiri, BCA, dan Bankaltimtara," terang Basuki.

Sebagai informasi, Nusantara Financial Center direncanakan berlokasi strategis di Wilayah Pengembangan Kedua dalam area IKN nan mencakup 252.000 hektar lahan. Distrik finansial ini bakal menempati sekitar 260 hektar dalam pusat upaya dan finansial nan lebih luas nan mencakup 3.000 hektar.

Basuki sempat menyebut bahwa pusat finansial di IKN bakal mirip dengan area Sudirman Central Business District (SCBD) nan terletak di Jakarta.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI mengungkapkan penetapan letak Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) tetap dibahas berbareng panitia kerja (Panja) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan kementerian/lembaga lainnya.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Fraksi NasDem Fauzi H. Amro mengatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII tetap dalam tahap perubahan redaksional, sehingga pembahasan mengenai letak PFII tetap terus berlangsung.

"Pembahasan tetap dalam tahap perubahan redaksional, belum bicara substansi, nan substansi seperti penentuan letak dan lain-lainnya," kata Fauzi saat ditemui wartawan di DPR, Selasa (15/7/2026).

Namun, menurutnya, ada kemungkinan lokasinya bisa lebih dari satu. Pihaknya menambahkan letak PFII nantinya bakal ditentukan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Mungkin dikasih opsi alias diserahkan pada Presiden, daripada menimbulkan polemik di kita, ya kita serahkan pada Presiden saja, gimana Presiden inginnya, apakah di Bali, apa di Jakarta, Batam, alias di IKN," ujar Fauzi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga menyebut letak PFII di IKN sejauh ini belum direncanakan oleh pihaknya.

"Kalau di IKN, sejauh ini juga belum ada rencana," terang Purbaya di DPR, Kamis (2/7/2026) lalu.

Purbaya juga menilai IKN sampai saat ini tetap terlalu sepi, baik dari jumlah masyarakat hingga pengunjungnya.

"Mungkin enggak ya, tetap terlalu sunyi di IKN saat ini," ujar Purbaya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya