Kepala Pria Nyangkut di Jendela Pesawat saat Terbang, Ini Kronologinya

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang laki-laki tersangkut di jendela kabin pesawat dan nyaris tersedot keluar, akhir pekan lalu. Kejadian ini berjalan selama penerbangan maskapai Ryanair, kala pesawat berada di ketinggian 2.700 meter.

Insiden nan menerpa maskapai Eropa ini dilaporkan terjadi sekitar 10 menit. Kala itu penumpang awalnya mendengar "semacam ledakan".

Mengutip Reuters dan BBC International, jendela tiba-tiba lepas sesaat setelah saat pesawat rute Thessaloniki, Yunani ke Memmingen, Jerman, lepas landas. Pria nahas itu dilaporkan merupakan penduduk Serbia berumur 61 tahun.

Saat kejadian, seorang wanita nan diyakini sebagai istrinya, memegangi kaki laki-laki tersebut selama sekitar lima menit agar dia tidak tersedot keluar. Ia sendiri dilaporkan menderita luka bakar lantaran gesekan.

"Pesawat mendarat dengan normal dan penumpang kembali ke terminal. Seorang penumpang meminta dan menerima support medis di darat di Thessaloniki," kata maskapai penerbangan irit Irlandia itu, dikutip Selasa (14/7/2026).

"Pesawat pengganti diatur untuk membawa penumpang ke Memmingen beberapa jam kemudian," tambah maskapai lagi.

Sementara itu, para penumpang mengatakan kepada media lokal bahwa laki-laki tersebut menggantung dengan kepala keluar jendela hingga bahunya. Tak hanya istrinya, dia beruntung lantaran penumpang lain sukses menariknya kembali ke dalam.

Mereka nan berada di dalam pesawat juga mengatakan jendelanya pecah lantaran pecahan mesin jet. Meskipun Ryanair belum berkomentar mengenai perihal ini.

"Kami segera menyadari telah terjadi dekompresi. Ada teriakan... sesaat saya mengira seseorang secara tidak sengaja membuka pintu darurat," kata seorang penumpang Christina, mengatakan kepada Radio Thessaloniki.

"Maskernya terjatuh dan tercium aroma menyengat. Kepala dan bahu salah satu penumpang berada di luar jendela. Untung saja dia belum melepas sabuk pengamannya," tambahnya.

"Ketika masker oksigen diturunkan, kami tidak tahu apa nan bakal terjadi. Kami tidak tahu apakah kami bisa kembali. Kami duduk di belakang pesawat, dan kami menyadari ada semacam ledakan," ujar penumpang lain berjulukan Sofia ke radio nan sama.

"Kami mengira pesawat itu bakal jatuh. Dekompresinya ekstrem. Rasanya kami tidak bisa bernapas. Laki-laki nan terluka mengalami pendarahan dan kemudian kehilangan kesadaran beberapa kali, kemungkinan besar lantaran kekurangan oksigen dan syok," tambahnya.

Presiden Federasi Pegawai Rumah Sakit Umum Panhellenic, Michalis Giannakos, mengatakan laki-laki Serbia nan terluka tetap shock dan belum sadar. Operator airport Thessaloniki, Fraport Yunani, mengatakan kejadian sedang diselidiki oleh Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Kereta Api Hellenic.

Pada tahun 2018, seorang penumpang meninggal ketika puing-puing dari mesin nan rusak menyebabkan jendela penerbangan Southwest Airlines di AS pecah. Dilaporkan gimana badannya tersedot sebagian.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya