Kepercayaan terhadap Gianni Infantino belum Pulih, UEFA Tegaskan Ancaman Boikot Piala Dunia Tetap Berlaku

4 jam yang lalu 10
Kepercayaan terhadap Gianni Infantino belum Pulih, UEFA Tegaskan Ancaman Boikot Piala Dunia Tetap Berlaku Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/NORBERTO DUARTE)

KETEGANGAN antara Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan FIFA memasuki babak baru. Meski badan sepak bola bumi tersebut telah membatalkan rencana kontroversial untuk menjual saham komersial kompetisinya kepada penanammodal swasta, UEFA menegaskan bahwa ancaman boikot terhadap turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia, tetap tetap terbuka.

Sikap keras ini diambil lantaran UEFA menilai langkah FIFA sejauh ini belum memenuhi tuntutan dasar nan mereka ajukan. Berdasarkan laporan The Guardian pada Kamis (6/8), UEFA menyatakan bahwa situasi belum berubah bagi organisasi sepak bola tertinggi di Eropa tersebut.

Syarat Mutlak UEFA untuk FIFA

UEFA menetapkan dua syarat utama nan kudu dipenuhi FIFA agar ancaman boikot dicabut. Pertama, proposal penjualan kejuaraan utama kudu dibatalkan secara total dan menyeluruh. Kedua, FIFA wajib memberikan agunan tertulis bahwa upaya serupa nan dinilai dapat merusak tatanan sepak bola dunia tidak bakal pernah dilakukan lagi di masa depan.

"Bagi kami, tidak ada nan berubah (terkait ancaman boikot). Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi," tulis pernyataan resmi UEFA. Organisasi tersebut memandang pembatalan rencana saja tidak cukup untuk memulihkan hubungan nan sudah retak.

Krisis Kepercayaan terhadap Gianni Infantino

Inti dari perselisihan ini berakar pada hilangnya kepercayaan UEFA terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino. UEFA sebelumnya secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya kepada Infantino, menyusul munculnya proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise.

FIFA Forward Enterprise merupakan entitas nan disiapkan untuk menjual sekitar 20% saham komersial Piala Dunia dengan nilai dahsyat mencapai US$20 miliar (sekitar Rp314 triliun).

UEFA mengkritik keras proyek ini lantaran dianggap sebagai kesepakatan nan tidak transparan dan disusun secara tertutup tanpa melibatkan pemangku kepentingan secara luas.

Poin Utama Konflik UEFA vs FIFA:

  • Rencana Komersialisasi: Penjualan 20% saham Piala Dunia senilai 20 miliar dolar AS.
  • Transparansi: UEFA menyebut proses penyusunan proposal dilakukan secara tertutup.
  • Status Saat Ini: FIFA telah membatalkan proposal dan meminta maaf, namun UEFA tetap pada posisi menakut-nakuti boikot.

Permohonan Maaf FIFA belum Cukup

FIFA sebenarnya telah berupaya meredam gejolak dengan menyampaikan permohonan maaf resmi melalui surat kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggota.

Dalam surat tersebut, FIFA mengakui adanya kesalahan dalam proses penyusunan proposal dan menyatakan bahwa penanganannya semestinya dilakukan dengan langkah nan lebih terbuka.

Namun, bagi UEFA dan sejumlah federasi sepak bola di Eropa, permintaan maaf tersebut dianggap hanya sebagai langkah diplomasi tanpa agunan struktural. Pernyataan terbaru UEFA menunjukkan bahwa pencabutan proposal FIFA Forward Enterprise belum mengakhiri ketegangan nan ada.

Hingga saat ini, UEFA tetap pada pendiriannya untuk memantau langkah FIFA selanjutnya. Selama agunan permanen mengenai perlindungan integritas kejuaraan belum diberikan, bayang-bayang boikot dari negara-negara Eropa terhadap Piala Dunia tetap menjadi ancaman nyata bagi otoritas sepak bola dunia. (Ant/Z-1)

Selengkapnya