Kolaborasi menjadi bagian dari komitmen Binus Career Center dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni agar bisa bersaing di pasar kerja nan terus berkembang.(Dok. Binus Career Center)
PERSAINGAN tenaga kerja nan semakin terhubung secara dunia mendorong bumi pendidikan dan industri memperkuat kerjasama dalam menyiapkan talenta nan bisa bersaing di tingkat internasional. Tak hanya menguasai kompetensi akademik, lulusan sekarang juga dituntut mempunyai keahlian praktis, wawasan industri, serta jejaring ahli nan dapat membuka kesempatan pekerjaan lintas negara.
Menjawab kebutuhan tersebut, Binus Career bekerja-sama dengan perusahaan teknologi asal Singapura, Kinobi AI, melalui program I-SMART nan didukung Singapore Global Network (SGN), menyelenggarakan Career Optimization Program: Beyond Borders–Unlocking Global Career Opportunities. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, dan alumni Binus meningkatkan kesiapan pekerjaan melalui pengembangan keahlian praktis, pemahaman terhadap kebutuhan industri, serta akses ke kesempatan ahli di tingkat regional maupun global.
Rangkaian aktivitas diawali dengan mini bootcamp daring pada 6–8 Juli 2026 nan terdiri atas CV Workshop, Interview Workshop, dan Personal Branding Workshop. Ketiga sesi tersebut menghadirkan praktisi dari perusahaan asal Singapura nan beraksi di Indonesia untuk membekali peserta dengan keahlian menyusun curriculum vitae nan kompetitif, menghadapi proses wawancara kerja secara efektif, serta membangun individual branding nan bisa meningkatkan daya saing di bumi kerja.
Employment Relation Section Head Binus Career Center, Yuli Dwi Dianasari, mengatakan kerjasama ini menjadi bagian dari komitmen Binus Career Center dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni agar bisa bersaing di pasar kerja nan terus berkembang.
Menurutnya, kerja sama dengan Kinobi AI, I-SMART, dan Singapore Global Network diharapkan dapat menghadirkan pengalaman belajar nan inspiratif sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa untuk membangun pekerjaan di perusahaan internasional dan memanfaatkan kesempatan dunia nan semakin terbuka.
Dukungan serupa disampaikan Market Director Singapore Global Network, Winnie Toh. Ia mengatakan SGN terus mendukung beragam inisiatif nan membangun konektivitas antara talenta, komunitas, dan kesempatan pengembangan ahli di tingkat regional maupun global.
Menurut Winnie, kesiapan pekerjaan dan wawasan dunia merupakan proses nan kudu dibangun secara berkelanjutan. Melalui program seperti I-SMART, mahasiswa dapat memperoleh inspirasi langsung dari para pemimpin industri sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi kesempatan pekerjaan internasional.
Sementara itu, Co-Founder & CEO Kinobi AI, Hafiz Kasman, menilai program semacam ini bisa menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan talenta muda Indonesia. Ia menyebut antusiasme lebih dari 50 mahasiswa nan mengikuti aktivitas pada akhir pekan menjadi bukti besarnya semangat generasi muda untuk terus mengembangkan diri dan mempersiapkan pekerjaan mereka.
Menurut Hafiz, kerjasama berbareng Binus diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak inisiatif nan membantu mahasiswa meningkatkan kesiapan kerja sekaligus memperluas kesempatan untuk bersaing di tingkat global.
Rangkaian program ditutup melalui aktivitas luring berjudul Career Optimization Program: Beyond Borders–Unlocking Global Career Opportunities pada 11 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan beragam sesi inspiratif nan mempertemukan peserta dengan pemimpin industri, praktisi bisnis, serta ahli nan telah membangun pekerjaan di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu sesi utama menghadirkan CEO Binar sekaligus alumni Binus University, Alamanda Shantika, nan membagikan perjalanan kariernya sejak masa kuliah hingga menjadi pemimpin di industri teknologi. Ia membujuk peserta untuk berani menghadapi ketidakpastian, menjadikan setiap tantangan sebagai bagian dari proses belajar, serta terus mengembangkan keahlian dan pola pikir adaptif agar tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan bumi kerja.
Wawasan mengenai bumi kerja masa depan juga diperoleh peserta melalui sesi Company Talk Show nan menghadirkan Hafiz Kasman berbareng Founder & CEO FAIR Indonesia, Refal Tamara Putra. Keduanya menghadirkan perspektif berbeda mengenai pengembangan pekerjaan dan upaya di area regional.
Hafiz membagikan pengalaman membangun dan mengembangkan Kinobi AI sebagai perusahaan asal Singapura nan beraksi di Indonesia, sementara Refal mengulas perjalanan FAIR Indonesia dalam memperluas upaya ke Singapura.
Selain menghadirkan sesi diskusi, aktivitas ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan melalui booth engagement nan diikuti Kinobi AI, Kinsure, dan FAIR Indonesia. (E-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·