Ketegangan Memuncak, AS Bantah Tuduhan Iran Terkait Serangan terhadap Infrastruktur Sipil

4 hari yang lalu 8
Ketegangan Memuncak, AS Bantah Tuduhan Iran Terkait Serangan terhadap Infrastruktur Sipil AS membantah tudingan Iran mengenai serangan terhadap prasarana sipil seperti jembatan dan bandara. Ketegangan meningkat setelah pembicaraan tenteram gagal.(SNN TV Via Viory)

PEMERINTAH Amerika Serikat membantah tuduhan Iran nan menyebut gelombang serangan udara terbaru mereka telah menyasar prasarana sipil. Tudingan ini muncul setelah runtuhnya pembicaraan tenteram antara kedua belah pihak.

Media negara dan pemerintah wilayah Iran melaporkan sejumlah jembatan, stasiun kereta api, dan sebuah airport menjadi sasaran serangan. BBC Verify apalagi telah mengonfirmasi adanya serangan terhadap sebuah jembatan di Provinsi Hormozgan. Namun, pihak Gedung Putih segera menepis klaim tersebut.

"Telah melakukan serangan secara eksklusif pada sasaran militer, termasuk prasarana logistik militer," ujar seorang ahli bicara Gedung Putih kepada BBC.

Presiden Donald Trump sebelumnya memang sempat menakut-nakuti bakal menyerang jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memaksa Teheran kembali ke meja perundingan guna mengakhiri perang nan meletus sejak 28 Februari lalu, nan dipicu oleh serangan AS-Israel.

Menurut pejabat lokal Iran, serangan pada Kamis malam, nan menandai malam keenam berturut-turut dari serangan AS, telah menghantam Bandara Iranshahr, sebuah stasiun kereta api, dan enam jembatan di Provinsi Hormozgan. Otoritas setempat menyatakan tujuh orang tewas akibat kejadian ini.

Komando Pusat AS (Centcom) tidak merinci daftar sasaran mereka, namun menegaskan bahwa serangan itu bermaksud untuk "memperlemah lebih lanjut keahlian militer Iran". Di sisi lain, Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya atas eskalasi bentrok ini, khususnya mengenai serangan terhadap prasarana sipil.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menyerang situs radar pengawas maritim AS di Oman, serta beberapa sasaran di Kuwait dan Bahrain. Mereka juga mengaku menyerang pusat komando operasi unik AS di al-Tanf, Suriah.

Otoritas Kuwait mengonfirmasi bahwa serangan Iran menghantam stasiun pembangkit listrik dan penyulingan air, serta melukai beberapa anggotanya pada Jumat pagi. Menanggapi perihal itu, pihak AS kembali mengecam Teheran.

"Secara sengaja menargetkan kapal-kapal sipil di Selat Hormuz dan menyerang tetangga-tetangganya nan tidak mempunyai peran dalam bentrok ini," kata ahli bicara Gedung Putih mengenai rezim Iran.

Akibat eskalasi ini, Selat Hormuz nan menjadi jalur vital pasokan minyak bumi tetap ditutup oleh Iran. Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, menyatakan kekhawatirannya terhadap pasokan daya dunia jika situasi tidak kunjung membaik.

Gencatan senjata nan sempat disepakati pada bulan Juni lampau sekarang resmi berhujung setelah Trump menyatakannya selesai pada pekan lampau lantaran pembicaraan tenteram nan menemui jalan buntu. Sejak saat itu, AS kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (BBC/Z-2)

Selengkapnya