loading...
Tokoh agama, ormas keagamaan, dan penduduk Palembang melakukan tindakan mendukung Pemerintah Kota Palembang menolak LGBT. Aksi digelar di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Bundaran Air Mancur Palembang, Minggu (19/7/2026). Foto: SindoNews
A A A
JAKARTA - Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII diharapakan menghasilkan rekomendasi nan jelas dan tegas mengenai penolakan terhadap praktik LGBT. Sebab, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempunyai tanggung jawab untuk merespons beragam perbuatan nan dinilai bertentangan dengan norma kepercayaan dan nilai kepatutan.
Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Umum MUI Anwar Iskandar dalam sambutannya pada pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta pada Jumat (24/7/2026).
"Kami mau memastikan bahwa Majelis Ulama Indonesia di dalam menyikapi sebuah perbuatan nan melanggar norma kepercayaan dan melanggar kepatutan nan tidak semestinya terjadi, kami berambisi agar kongres ini mengeluarkan sebuah rekomendasi nan sangat jelas dan tegas mengenai penolakan kita terhadap praktik-praktik LGBT di negara ini," kata Anwar dikutip dari laman resmi MUI, Sabtu (25/7/2026).
Baca juga: Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Dapatkan buletin terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri Anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya








English (US) ·
Indonesian (ID) ·