Kisah Sukses Mama Khas Banjar: Dari Kontrakan ke Digitalisasi Global

1 hari yang lalu 6
 Dari Kontrakan ke Digitalisasi Global Stand Khas Mama dalam aktivitas Kota Masa Depan Banjarmasin nan memamerkan produk-produk lokal unik Banjarmasin seperti amplang, sirup, dan abon ikan nan berjalan di Balai Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan belum lama ini.(MI/HO)

DI tengah ketidakpastian pandemi tahun 2020, Firli Norachim dan istrinya, Ani Andriani, mengambil langkah berani dengan mendirikan Mama Khas Banjar. Berawal dari sebuah rumah kontrakan sederhana di Banjarmasin, upaya nan konsentrasi pada oleh-oleh unik Kalimantan ini lahir dari kemauan kuat untuk mengubah nasib di masa sulit.

Perjalanan membangun upaya ini tidaklah instan. Firli kudu merelakan tabungan emas senilai Rp5 juta sebagai modal awal. Tantangan semakin berat lantaran saat itu keduanya tetap berstatus tenaga kerja aktif; Firli di bagian farmasi dan Ani di industri kosmetik. Mereka kudu membagi waktu ekstra setelah jam instansi untuk mengemas produk dan mengelola pesanan.

Dengan filosofi “Ada cinta di setiap olahan mama”, mereka berkomitmen mengangkat potensi hasil laut nelayan pesisir Kotabaru dan Pelaihari. Ketekunan tersebut membuahkan hasil nyata nan terlihat dari pertumbuhan kapabilitas produksi dan skala upaya mereka.

Indikator Pertumbuhan Awal Berdiri (2020) Kondisi Saat Ini
Produksi Ikan Asin 20 kg / bulan 1 – 2 ton / bulan
Produksi Abon Ikan 5 kg bahan baku Terus meningkat sesuai permintaan
Fasilitas Usaha Rumah Kontrakan 2 Outlet Resmi & Ruko
Jumlah Karyawan Dikelola Mandiri 17 Karyawan

Akselerasi Lewat Ekosistem Digital

Menyadari perubahan perilaku konsumen, Mama Khas Banjar mulai merambah bumi digital secara serius. Pada 2023, mereka resmi berasosiasi sebagai mitra merchant GrabMart. Langkah ini terbukti efektif meningkatkan visibilitas produk seperti amplang, sambal, hingga frozen food di mata pengguna lokal maupun wisatawan.

Tidak hanya akses pasar, Firli juga mengintegrasikan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS OVO. Inovasi ini mengakhiri kerumitan pengecekan transfer manual dan akibat kesalahan pencatatan tunai. Notifikasi real-time memudahkan pembukuan harian dan memberikan kenyamanan bagi pengguna nan terbiasa dengan style hidup cashless.

Dukungan Permodalan GrabModal Mantul

Pertumbuhan upaya nan pesat menuntut kesiapan modal nan lebih besar untuk stok peralatan dan penemuan produk. Firli kemudian memanfaatkan akomodasi GrabModal Mantul by OVO Finansial. Pendanaan ini digunakan untuk mengembangkan produk baru, termasuk ikan asin bungkusan oleh-oleh nan memerlukan riset rasa dan kemasan.

“Dengan tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak peralatan untuk dijual kembali. Skema pemotongan harian sangat membantu lantaran kami tidak perlu memikirkan angsuran bulanan secara manual. Kami cukup konsentrasi menjaga penjualan harian,” ungkap Firli.

Informasi Pendanaan: Hingga saat ini, lebih dari 445.000 Mitra UMKM di Indonesia telah mengakses pendanaan senilai lebih dari Rp6 triliun melalui GrabModal. Layanan ini telah berizin dan diawasi oleh OJK.

Keberhasilan Mama Khas Banjar juga didorong oleh partisipasi dalam program "Kota Masa Depan: Berani Digital" di Banjarmasin. Melalui training strategi upaya dan pemanfaatan teknologi AI, transaksi harian mereka di GrabMart apalagi melonjak hingga dua kali lipat. Kisah Firli menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara semangat lokal dan ekosistem digital bisa membawa UMKM wilayah naik kelas ke panggung nasional. (Z-1)

Selengkapnya