Moestar Putrajaya(Antara)
Ketua Yayasan Universitas Jayabaya, Moestar Putrajaya, menilai pemberantasan korupsi merupakan ujian kepemimpinan nan sangat krusial bagi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, korupsi tetap menjadi ancaman serius bagi terwujudnya Indonesia nan adil, maju, dan sejahtera.
“Terungkapnya beragam kasus menunjukkan penegakan norma terus berjalan. Namun, banyaknya kasus nan muncul juga menjadi pengingat bahwa korupsi tetap menjadi persoalan serius nan kudu diberantas secara konsisten,” ujar Moestar, Senin (20/7).
Ia menegaskan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Setiap biaya nan diselewengkan, katanya, berfaedah berkurangnya kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan, jasa kesehatan, dan pembangunan nan layak.
Karena itu, Moestar menyatakan dukungannya terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam membangun pemerintahan nan bersih dan memperkuat pemberantasan korupsi. Menurutnya, komitmen tersebut kudu diwujudkan melalui penegakan norma nan adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.
“Kepercayaan rakyat bakal tumbuh ketika norma berdiri sama tegaknya bagi setiap orang,” katanya.
Meski demikian, dia menekankan bahwa perang melawan korupsi tidak dapat dipikul Presiden seorang diri. Pemerintah, abdi negara penegak hukum, bumi pendidikan, pelaku usaha, media massa, tokoh agama, dan masyarakat kudu berdiri dalam satu barisan menolak korupsi dalam corak apa pun.
Moestar meyakini perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab melahirkan generasi nan tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. Menurutnya, pendidikan karakter kudu menjadi fondasi utama dalam membangun budaya antikorupsi.
“Kejujuran, tanggung jawab, dan integritas kudu ditanamkan sejak awal agar lahir generasi nan mempunyai keberanian menolak praktik korupsi dalam corak apa pun,” ujarnya.
Ia juga berambisi Presiden Prabowo terus memimpin perjuangan melawan korupsi dengan keberanian dan ketegasan.
“Rakyat tidak menuntut pemimpin nan sempurna, tetapi rakyat selalu menghormati pemimpin nan berani berpihak kepada kebenaran dan menjaga amanah,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Moestar menegaskan bahwa sejarah tidak hanya bakal mengingat pemimpin dari capaian ekonomi alias pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kepercayaan rakyat dan mewariskan pemerintahan nan bersih.
“Korupsi merampas bukan hanya duit negara, tetapi juga masa depan bangsa. Indonesia bakal menjadi besar bukan semata lantaran kekayaan alamnya, melainkan lantaran tegaknya integritas para pemimpinnya dan tumbuhnya kejujuran di tengah masyarakat,” pungkasnya. (P-5)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·