Batu bara.(Antara)
PEMERINTAH belum menetapkan daftar komoditas nan bakal diperdagangkan melalui bursa mineral nan sebelumnya diumumkan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah tetap menyiapkan skema bursa tersebut, termasuk menentukan komoditas utama nan bakal masuk di dalamnya.
"Belum, belum diputuskan. nan pasti adalah komoditas-komoditas nan memang itu produksi kita nan paling utama. misalnya CPO, nikel, batu bara," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Prasetyo menjelaskan, pembentukan bursa mineral tersebut diarahkan untuk memperkuat kendali Indonesia atas komoditas nan dihasilkan di dalam negeri. Pemerintah mau agar pengelolaan dan penentuan sistem perdagangan komoditas strategis tidak sepenuhnya berjuntai pada sistem nan selama ini berjalan.
Menurut dia, konsep bursa nan tengah disiapkan pemerintah kurang lebih bakal menyerupai sistem Indonesia Commodity Exchange alias Icomex. Namun, pemerintah tetap mengatur corak dan sistem kelembagaannya agar dapat melangkah sesuai dengan tujuan nan ditetapkan. "Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange alias Icomex," ujar Prasetyo.
Keberadaan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) juga menjadi bagian nan tetap dikaji pemerintah. Prasetyo mengatakan, belum ada keputusan apakah lembaga tersebut nantinya bakal menjadi bagian dari bursa komoditas nan disiapkan alias melangkah dengan sistem tersendiri.
"Makanya ini sedang proses untuk kelak diatur sedemikian rupa, intinya adalah bukan ada ini dan sebagainya, tidak. tapi intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang nan kita miliki kudu kita nan menentukan. Selama ini kan enggak," jelasnya.
Ia membuka kemungkinan adanya penggabungan dengan ICDX maupun pembentukan bursa dengan struktur tersendiri. Keputusan mengenai perihal tersebut tetap menunggu proses penataan lebih lanjut. "Ada kelak kita lihat ininya (mekanismenya), bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," kata Prasetyo.
Terkait sistem penentuan nilai komoditas nantinya, Prasetyo memastikan pemerintah bakal menyiapkan formula tersendiri. Penetapan nilai tetap bakal mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk biaya serta perkembangan nilai komoditas di pasar dunia. "Nanti ada sistem nya. sama ada cost-nya ada ininya, nilai dunianya bagimana," pungkasnya. (Mir/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·