Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.(AFP)
PERDANA Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan negaranya bakal tetap melarang penduduk negara Israel memasuki Malaysia meskipun kebijakan tersebut dikritik oleh sejumlah personil Kongres Amerika Serikat (AS).
"Kami tidak bakal mengizinkan satu pun penduduk negara Israel menginjakkan kaki di Malaysia," tegas Anwar Ibrahim dalam aktivitas di Negeri Sembilan, Malaysia, Rabu (22/7).
Anwar mengatakan sejumlah personil Kongres AS menilai kebijakan Malaysia melarang warga Israel memasuki negara itu bertentangan dengan norma internasional dan tidak menghormati hak-hak bangsa lain. Anwar menilai kritikan tersebut adalah tidak masuk akal, lantaran kebijakan Malaysia itu sudah melangkah selama beberapa dekade.
"Kami menentang kehadiran penduduk negara Israel mana pun, bukan orang Yahudi, tetapi penduduk negara Israel, lantaran mereka merupakan bagian dan terlibat dalam pembunuhan, kejahatan, serta penindasan dan kolonisasi nan terus berjalan terhadap Palestina dan Gaza," tegasnya.
Anwar menyampaikan beberapa negara mungkin memilih untuk tak bersuara atas kekejaman terhadap rakyat Palestina, tetapi Malaysia sebagai negara merdeka menjalankan kewenangan untuk menghormati kemanusiaan.
Laporan media di Malaysia menyatakan sedikitnya ada delapan personil kongres AS nan mengkritik kebijakan Malaysia. Mereka mendesak pemerintah AS untuk meninjau kembali hubungan kerja sama AS dengan Malaysia. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·