Ilustrasi(Dok Istimewa)
DI tengah padatnya rutinitas kehidupan modern, tekanan pekerjaan dan aktivitas sekolah sering kali membikin orang tua maupun anak kesulitan menikmati waktu berbobot berbareng keluarga.
Tak jarang, apalagi saat sedang berpiknik ke luar negeri sekalipun, perhatian tetap terbagi oleh pekerjaan dan layar gawai nan terus menyita fokus.
Padahal, prinsip dari sebuah liburan bukan sekadar beranjak tempat, melainkan menciptakan momen kebersamaan berbareng orang-orang terkasih. Perjalanan dapat menjadi kesempatan berbobot untuk mengganti waktu nan hilang, membangun komunikasi nan lebih hangat, sekaligus mempererat ikatan antara orang tua dan anak.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Gosh! Kids, perusahaan perjalanan edukatif dan seni imajinatif asal Singapura, menghadirkan konsep perjalanan family nan berbeda.
Setiap program dirancang agar orang tua dan anak tidak hanya berjalan bersama, tetapi juga mengalami setiap proses pembelajaran bersama-sama. Keluarga diajak mengeksplorasi alam, mengenal budaya baru, berkreasi, hingga merefleksikan pengalaman nan mereka jalani selama perjalanan.
"Momen paling berarti berbareng anak-anak sering kali bukan terjadi ketika kita sibuk menjalani rutinitas, melainkan saat kita betul-betul mempunyai ruang untuk datang sepenuhnya berbareng mereka," ujar Gladys Soh, Founder Gosh! Kids, di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, salah satu langkah terbaik untuk kembali membangun kedekatan dengan anak adalah melalui eksplorasi produktivitas dan budaya di tempat baru nan dilakukan bersama.
Setiap perjalanan Gosh! Kids dikemas melalui beragam aktivitas interaktif, mulai dari eksplorasi budaya kreatif, fotografi, pengalaman menyatu dengan alam, gratitude journaling, hingga sesi refleksi keluarga.
Seluruh rangkaian aktivitas tersebut dirancang untuk mendorong hubungan lebih mendalam antaranggota keluarga, jauh dari distraksi pekerjaan dan perangkat digital.
Bagi banyak family nan mengikuti program ini, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memperlambat ritme kehidupan sehari-hari dan betul-betul menikmati kebersamaan sebagai keluarga.
Salah satu peserta, Fion Zhuo, ibu dari Coen nan mengikuti program di Jawa Barat dan Chiang Mai, mengaku perjalanan itu memberikan pengalaman berbobot bagi dirinya dan sang anak untuk memandang bumi dari perspektif lebih luas dan menikmati waktu berbobot bersama.
"Perjalanan memberikan ruang bagi setiap personil family untuk melambat dan betul-betul datang satu sama lain. Ketika anak sedang mengalami emosi nan besar, kita mempunyai lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka memproses perasaannya, sesuatu nan susah dilakukan di tengah kesibukan sehari-hari," ujarnya.
Ia juga merasakan gimana perjalanan membantu putranya berinteraksi dengan anak-anak dari beragam negara meskipun mereka tidak berbincang dalam bahasa nan sama.
"Saya berambisi melalui perjalanan ini, anak saya dapat memandang bumi jauh lebih luas daripada apa nan dia pelajari di dalam kitab pelajaran," tambahnya.
Tak hanya mempererat hubungan dalam keluarga, program Gosh! Kids juga membangun organisasi nan saling mendukung antarkeluarga peserta. Banyak peserta menyebut organisasi tersebut layaknya sebuah 'kampung nan berpindah-pindah', tempat family saling membantu dan anak-anak bertumbuh bersama.
Bagi Mathieu dan Gladys, ada satu pesan nan selalu mereka sampaikan kepada setiap family peserta, ialah never do life alone alias jangan menjalani hidup sendirian. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·