Kontroversi 6 Tuan Rumah di Piala Dunia 2026

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Piala Dunia 2030 bakal jadi turnamen Piala Dunia dengan jumlah tuan rumah terbanyak. Ada kontroversi di dalamnya.

Dalam sejarah Piala Dunia, tiap negara berlomba-lomba untuk mengikuti bidding Piala Dunia. Awalnya, hanya satu negara nan biasanya mengusulkan bidding sebagai tuan rumah.

Hanya saat Jepang-Korea (2002) dan Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (2026) nan jadi momen saat ada satu negara mengusulkan proposal bersedia sebagai tuan rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah momen Piala Dunia 2026, tuan rumah berbareng kembali jadi tren untuk Piala Dunia 2026. Awalnya, ada dua bidding campuran nan masuk.

Pertama, campuran antara Spanyol, Portugal dari UEFA ditambah Maroko dari CAF. Kedua, campuran empat negara Amerika Selatan (Conmebol) ialah Uruguay, Argentina, Paraguay, dan Chile. Negara Amerika Selatan itu dalam prosesnya sudah mengusung 'Centenary World Cup' namalain peringatan 100 tahun Piala Dunia nan pertama kali digelar pada 2030.

Dalam prosesnya di Oktober 2023, status tuan rumah Piala Dunia 2030 jadi milik Portugal, Spanyol, dan Maroko. nan jadi kontroversial kemudian adalah Uruguay, Argentina, dan Paraguay juga berstatus tuan rumah sebagai seremoni 100 Tahun Piala Dunia.

Padahal pada 1930, Piala Dunia hanya diselenggarakan di Uruguay. Namun Argentina dan Paraguay juga turut serta dilibatkan dalam seremoni 100 tahun tersebut.

"Dewan FIFA mencapai kesepakatan absolut bahwa satu-satunya tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 adalah tuan rumah campuran Maroko, Portugal dan Spanyol. Dua benua, Afrika dan Eropa, berasosiasi bukan hanya untuk seremoni sepak bola tetapi juga untuk menyajikan penggabungan sosial dan budaya. Sebuah pesan nan dahsyat untuk perdamaian, toleransi, dan inklusi."

"Di 2030, kita bakal punya rekam jejak nan unik. Tiga benua, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan, enam negara, Argentina, Maroko, Paraguay, Portugal, Spanyol, dan Uruguay, bakal menyambut dan mempersatukan bumi sembari merayakan bersama-sama sebuah permainan bagus ini, seremoni 100 tahun dan juga Piala Dunia," tutur Infantino saat itu.

Uruguay, Argentina, dan Paraguay hanya bakal menggelar satu laga pembuka pada Piala Dunia 2030. Namun status tuan rumah itu sudah memberikan agunan mereka lolos langsung ke Piala Dunia 2030.

Kontroversi makin bertambah lantaran Piala Dunia 2030 kemudian memunculkan buahpikiran diikuti 64 negara. Ide ini belum disetujui tetapi bisa jadi bakal dibahas makin serius dalam 1-2 tahun ke depan sebelum Kualifikasi Piala Dunia dimulai.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/nva)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya