Korban Tewas Kapal Tenggelam di Guyana Melonjak jadi 53 Orang

3 jam yang lalu 3
Korban Tewas Kapal Tenggelam di Guyana Melonjak jadi 53 Orang Sebanyak 53 orang tewas setelah kapal feri MV Barima terbalik di lepas pantai Guyana. Tim SAR sukses menyelamatkan 76 korban, investigasi tetap berjalan.(Mark Anthony Phillips/facebook)

MUSIBAH kapal feri terbalik nan terjadi di lepas pantai Guyana akhir pekan lampau menelan puluhan korban jiwa. Perdana Menteri Guyana, Mark Phillips, mengonfirmasi pada Selasa bahwa jumlah korban tewas sekarang telah melonjak menjadi sedikitnya 53 orang.

Kapal feri MV Barima tersebut sedang berlayar dari ibu kota Georgetown menuju Port Kaituma di wilayah Essequibo sebelum akhirnya terbalik pada Sabtu malam.

Operasi pencarian korban selamat nan dilakukan secara intensif sejak Minggu pagi sukses menyelamatkan puluhan penumpang. Phillips mengonfirmasi perubahan info korban selamat setelah sebelumnya pemerintah sempat menyebut ada 77 orang nan ditemukan hidup.

"Total 53 jenazah telah ditemukan," kata Phillips dalam sebuah konvensi pers.

"Kami mencatat 76 orang telah sukses diselamatkan hingga pukul 18.00 (22.00 GMT) hari ini," lanjutnya.

Menteri Pekerjaan Umum, Juan Edghill, membeberkan bahwa sempat terjadi simpang siur mengenai jumlah pasti penumpang nan terlibat dalam tragedi ini. Hal tersebut dipicu oleh manifes penumpang nan tidak akurat, nan sebelumnya hanya mencatat 133 orang di atas kapal.

Namun pada Senin, Phillips menyatakan keyakinannya terdapat 179 orang di atas kapal saat kecelakaan maut itu terjadi.

Mengenai penyebab insiden, Phillips mengungkapkan kepada wartawan pada Minggu bahwa dua personil awak kapal feri gaek tersebut terbukti positif mengonsumsi ganja berasas hasil tes pascakejadian. Saat ini, investigasi resmi tetap terus berjalan.

Kapal feri MV Barima mulai berlayar pada pertengahan sore hari dan sinyal panggilan darurat (distress call) baru diterima sekitar delapan jam kemudian. Berdasarkan situs perkapalan VesselFinder, kapal tersebut merupakan armada tua nan dibangun pada tahun 1939.

Secara rute, kapal biasanya kudu mengarungi lautan terlebih dulu sebelum memasuki area sungai untuk sampai di Port Kaituma, sebuah wilayah nan terletak di kedalaman rimba hujan lebat.

Guyana sendiri merupakan negara mini berkata Inggris di perspektif timur laut Amerika Selatan, nan saat ini tengah terlibat sengketa wilayah dengan negara tetangganya, Venezuela, atas area Essequibo nan kaya bakal minyak. (AFPZ-2)

Selengkapnya