Polda Metro Jaya menggelar bertemu pers pengungkapan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Jakarta, Selasa (4/8/2026).(ANTARA/Mario Sofia Nasution/am.)
PEKERJA Migran Indonesia nan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Libia dipastikan dapat kembali dengan selamat. Direktur Pengawasan, Pencegahan, dan Penindakan (Wascendak) Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Brigjen Pol. Guritno Wibowo mengatakan menjamin perihal itu.
"Kami memberikan agunan kepada para PMI nan saat ini sedang dalam perjalanan alias sudah berada di wilayah kita, bisa kembali ke rumahnya masing-masing dengan selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga," ujar Guritno dalam konvensi pers di Jakarta, Selasa (4/8).
Dengan support Kedutaan Besar RI, kata dia, para korban TPPO sekarang sudah berada di Indonesia. KP2MI, ujarnya, sedang menangani kasus dan pendampingan terhadap para pekerja migran nan menjadi korban TPPO.
"Kita melakukan pendampingan sehingga persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. Pelaku kejahatannya juga bisa disidik dan diberikan balasan sesuai," ucap dia.
KP2MI telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan penempatan kerja legal nan memberangkatkan para PMI ke luar negeri.
Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), sambung Gurtno, kudu memberikan persiapan training keterampilan, keahlian bahasa dan adminitrasi calon pekerja migran.
"Jika ini dilaksanakan secara betul dan legal, pemberangkatan mereka pun prosedural. Mereka bakal dipekerjakan sesuai dengan perjanjian kerjanya," kata Guritno.
Ia menyayangkan ada beberapa pihak nan mencari untung dengan cara-cara nan tidak betul alias ilegal. Salah satu contohnya, pekerja migran Indonesia nan menjadi korban TPPO di Libia.
"Masih ada juga pihak-pihak nan kemudian memanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti nan saat ini ditangani," kata dia.
Polda Metro Jaya menyatakan tiga wanita nan menjadi korban TPPO di Libia sudah sukses dipulangkan ke Indonesia setelah melalui koordinasi lintas negara dan lintas instansi. (Ant/H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·