Korea Gagal di Piala Dunia, KFA Minta Maaf dan Siapkan Pelatih Baru

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung sepak bola Korea setelah hasil nan dinilai jauh dari angan di Piala Dunia 2026.

Melalui pernyataan resminya, KFA juga menegaskan komitmennya untuk melakukan pertimbangan menyeluruh demi masa depan sepak bola Korea. Dalam pernyataan tersebut, KFA menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar.

"Kepada para fans sepak bola kami nan selalu cemas dan mencintai sepak bola Korea, kami dengan tulus meminta maaf lantaran telah mengecewakan Anda dengan hasil nan jauh dari angan di Piala Dunia 2026," bunyi pernyataan KFA dikutip dari Instagram pada Jumat (3/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KFA menyatakan bakal menjadikan kegagalan tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk membangun sepak bola Korea ke arah nan lebih baik.

"Asosiasi Sepak Bola Korea bakal mengambil kegagalan ini sebagai pelajaran dan mempersiapkan masa depan sepak bola Korea dengan langkah nan baru melalui refleksi mendalam dan introspeksi diri. Kami bakal dengan rendah hati mendengarkan semua teguran dan kritik Anda dan berupaya membangun sepak bola Korea nan lebih baik," tulis KFA.

Selain menyampaikan permintaan maaf, KFA juga menanggapi beragam info nan beredar dalam beberapa waktu terakhir. Federasi menegaskan bahwa sejumlah laporan nan beredar tidak sesuai dengan fakta.

"Lebih lanjut, kami mau memberi tahu Anda bahwa laporan spekulatif baru-baru ini nan didasarkan pada beragam info nan tidak terverifikasi sepenuhnya salah," tulis KFA.

KFA kembali meminta maaf kepada para pendukung dan menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai dalam sepak bola.

"Sekali lagi, kami menundukkan kepala untuk meminta maaf lantaran telah menimbulkan kekhawatiran bagi para fans kami nan betul-betul cemas tentang sepak bola Korea, dan kami berjanji bahwa Asosiasi bakal terus berupaya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan kemurnian nan melekat pada olahraga ini," kata KFA.

Dalam pernyataan nan sama, KFA juga memberikan perkembangan terbaru mengenai proses penunjukan pembimbing kepala tim nasional.

Menurut KFA, Komite mengenai telah menggelar rapat pada 3 Juli dan mencapai kesepakatan untuk meninjau beragam opsi mengenai pengangkatan pembimbing kepala baru.

Banner Gempita Bola 2026

Sementara itu, Komite Urusan Umum bakal melanjutkan pembahasan agar persiapan tim nasional tetap melangkah tanpa mengganggu agenda pertandingan paruh kedua Liga A, sekaligus memastikan tim dapat mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia.

Terkait pemilihan presiden KFA, federasi menjelaskan bahwa Anggaran Dasar Asosiasi mengatur pemilihan kudu dilaksanakan dalam waktu 60 hari sejak kedudukan presiden kosong.

Namun, proses tersebut juga kudu selaras dengan Anggaran Dasar FIFA serta Komite Olimpiade Korea. Karena itu, KFA menyatakan saat ini tetap melakukan beragam pembahasan dan musyawarah sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/jun)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya