Kota Sukabumi Siaga Kekeringan, PMI Siapkan Tangki Air Bersih

4 hari yang lalu 10
Kota Sukabumi Siaga Kekeringan, PMI Siapkan Tangki Air Bersih PMI Kota Sukabumi menyiagakan armada tangki berkapasitas 5 ribu liter nan disiapkan mendistribusikan support air bersih akibat dampak kekeringan. (PMI)

KOTA Sukabumi, Jawa Barat, telah menetapkan status siaga musibah kekeringan. Penetapannya bertindak selama tiga bulan terhitung 1 Juli-30 September 2026.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi merespons penetapan status siaga kekeringan dengan menyiagakan armada tangki air berkapasitas 5 ribu liter. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Ketua PMI Kota Sukabumi, Suranto Sumowiryo, mengatakan penyediaan armada tangki air bersih merupakan komitmen PMI mendukung pemerintah wilayah menghadapi potensi kekeringan nan diperkirakan meningkat seiring menurunnya debit sejumlah sumber mata air. Melalui langkah ini, PMI memastikan pelayanan kemanusiaan dapat segera diberikan andaikan terdapat permintaan pengedaran air bersih dari masyarakat di wilayah nan terdampak.

"PMI Kota Sukabumi telah menyiapkan armada tangki air bersih berkapasitas 5 ribu liter untuk mendukung penanganan akibat kekeringan. Apabila terdapat permintaan dari masyarakat melalui sistem nan telah ditetapkan pemerintah, kami siap mendistribusikan air bersih secara sigap dan tepat sasaran," kata Suranto, Sabtu (18/7).

PMI Kota Sukabumi bakal bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi sebagai penyedia pasokan air bersih. Termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi sebagai koordinator penanganan kebencanaan di daerah.

PMI juga menyiagakan personel dan relawan untuk mendukung proses pengedaran air bersih mulai dari pengisian tangki, pengangkutan, hingga penyaluran di letak terdampak. Seluruh proses bakal dilakukan secara terkoordinasi berbareng BPBD, PDAM, pemerintah kecamatan, dan kelurahan.

"Untuk mempermudah akses layanan, kami juga membuka jasa hotline bagi masyarakat maupun pemerintah kelurahan nan memerlukan support pengedaran air bersih. Setiap laporan nan masuk bakal segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan berbareng BPBD dan PDAM agar pengedaran air bersih dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kondisi di lapangan," pungkasnya. (Z-2)

Selengkapnya