KPU Tetapkan 214,3 Juta Pemilih, Didominasi Generasi Milenial

21 jam yang lalu 3
KPU Tetapkan 214,3 Juta Pemilih, Didominasi Generasi Milenial Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin (tengah), didampingi jejeran personil KPU (dari kiri); Parsadaan Harahap, Iffa Rosita, Betty Epsilon Idroos, Yulianto Sudrajat, Idham Holik, dan August Mellaz, memimpin rapat pleno terbuka penetapan rekapitulasi Pemutakhiran( MI/Usman Iskandar)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jumlah pemilih dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 sebanyak 214.357.667 orang. Dari total tersebut, komposisi pemilih tetap didominasi oleh generasi milenial nan mencapai 32,13 persen dari keseluruhan daftar pemilih.

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan pemutakhiran info pemilih merupakan petunjuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 nan kudu dilakukan secara berkepanjangan di luar tahapan pemilu.

“Enam bulan lagi kita bakal berjumpa lagi di forum ini. Sesuai petunjuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, pemutakhiran info pemilih berkepanjangan menjadi tugas kami. Di antara agenda non-tahapan pemilu nan kudu dilakukan adalah pemutakhiran bakal pemilih,” kata Afifuddin usai rapat pleno terbuka penetapan PDPB Semester I Tahun 2026, Senin di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (20/7).

Afifuddin juga memastikan KPU bakal segera menindaklanjuti beragam catatan nan disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), termasuk temuan di sejumlah daerah.

“Yang tadi disampaikan bakal kami cek ke beberapa titik. Rekapitulasi nasional memang tidak ada catatan, tetapi teman-teman Bawaslu menyampaikan sejumlah temuan di tingkat kabupaten dan provinsi. Itu bakal segera kami jawab dan kami konfirmasi, termasuk apakah memang ada wilayah nan belum menyampaikan data,” katanya.

Ia menilai koordinasi antara KPU dan Bawaslu dalam proses pemutakhiran info pemilih sekarang semakin baik sehingga bisa meminimalkan perbedaan data.

“Kalau secara periodik kita lihat, perkembangan tegangannya semakin tipis. Teman-teman semakin koordinatif, semakin bisa berkomunikasi dengan baik, dan itu berita baik bagi kita untuk memastikan seluruh info semakin akurat. Ini menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos menjelaskan, jumlah pemilih tersebut terdiri atas 212.409.069 pemilih di dalam negeri dan 1.948.598 pemilih di luar negeri nan tersebar di 131 perwakilan Indonesia.

“Total pemilih nasional, dalam negeri dan luar negeri, sebanyak 214.357.667 orang. Terdiri atas pemilih laki-laki 49,85 persen dan wanita 50,15 persen. Jika dibandingkan dengan PDPB Semester II Tahun 2025, terjadi peningkatan sebesar 1,12 persen,” kata Betty.

Betty mengatakan, berasas golongan generasi, pemilih terbanyak berasal dari generasi milenial sebesar 32,13 persen. Posisi berikutnya ditempati Generasi X sebanyak 27,13 persen, Generasi Z sebesar 24,56 persen, Baby Boomer 14,29 persen, dan Pre-Boomer sebanyak 1,89 persen.

“Jika dilihat berasas total pemilih nasional, baik dalam maupun luar negeri, nan paling banyak adalah generasi milenial sebesar 32,13 persen,” ujarnya.

KPU juga mencatat pemilih penyandang disabilitas mencapai sekitar 0,45 persen dari total daftar pemilih. Dari jumlah tersebut, kategori disabilitas bentuk menjadi nan terbesar dengan proporsi sekitar 38,1 persen.

Sementara itu, Jawa Barat tetap menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak, ialah sekitar 37,7 juta pemilih, disusul Jawa Timur 32,5 juta, Jawa Tengah 29,3 juta, Sumatera Utara 11,3 juta, dan Banten sekitar 9,3 juta.

Di sisi lain, provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit adalah Papua Selatan sekitar 387 ribu pemilih, Papua Barat sekitar 394 ribu, Papua Barat Daya sekitar 453 ribu, Kalimantan Utara sekitar 546 ribu, dan Papua sekitar 797 ribu pemilih. (P-4)

Selengkapnya