Ilustrasi(Dok Istimewa)
Di tengah semakin banyaknya kreator konten nan bermunculan di media sosial, membangun personal branding menjadi salah satu aspek krusial agar bisa memperkuat dan mendapatkan kepercayaan audiens. Tidak sedikit pembuat nan sukses memperoleh jutaan penonton, tetapi kandas mempertahankan kredibilitas lantaran dinilai kurang konsisten alias terlalu sering mempromosikan produk tanpa memberikan ulasan nan objektif.
Bagi Subaida, nan lebih dikenal dengan nama Mama Firda, individual branding bukan sekadar membangun popularitas, melainkan tentang gimana menciptakan identitas nan bisa membikin audiens percaya terhadap setiap konten nan dibagikan. Berkat prinsip tersebut, pembuat konten asal Jember, Jawa Timur, ini sukses membangun organisasi nan loyal melalui akun TikTok @mamafirda01 dengan lebih dari 767,9 ribu pengikut.
Mama Firda dikenal lewat konten bertema beauty, foodies, dan lifestyle nan dikemas sederhana, apa adanya, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Konsistensinya dalam berkarya membawanya meraih beragam pencapaian, mulai dari menjadi Top 1 Affiliate dengan penjualan terbanyak di Indonesia, mendapatkan undangan ke instansi TikTok Indonesia, memperoleh reward perjalanan ke luar negeri, hingga dinobatkan sebagai Best Creator oleh salah satu brand kecantikan ternama di Indonesia.
Menurut Mama Firda, menjadi reviewer produk bukan hanya soal mempunyai banyak pengikut. nan lebih krusial adalah gimana membangun gambaran nan membikin orang percaya terhadap setiap rekomendasi nan diberikan.
“Followers itu tidak hanya memandang produknya, tetapi juga memandang siapa nan merekomendasikan. Makanya individual branding itu krusial sekali jika mau menjadi reviewer nan dipercaya,” ujar Mama Firda.
Salah satu perihal nan membikin individual branding Mama Firda semakin mudah dikenali adalah penampilannya nan konsisten mengenakan emas berukuran besar di nyaris setiap konten. Mulai dari kalung, gelang, hingga cincin, aksesori tersebut bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi telah menjadi identitas visual nan melekat di akal para pengikutnya.
Menurut Mama Firda, penggunaan perhiasan emas berukuran besar bukan bermaksud untuk menunjukkan kemewahan, melainkan sebagai karakter unik agar penonton lebih mudah mengenali sosoknya ketika video muncul di beranda media sosial.
“Personal branding itu bukan hanya soal langkah bicara alias isi konten, tetapi juga gimana orang langsung ingat sama kita hanya dari penampilan. Saya memilih memakai emas besar lantaran itu sudah menjadi karakter unik saya dan rupanya banyak followers nan langsung mengenali saya dari situ,” ujar Mama Firda.
Berikut sejumlah kunci membangun individual branding sebagai reviewer
produk nan dibagikan Mama Firda.
1. Jadilah Diri Sendiri, Jangan Menciptakan Karakter Palsu
Mama Firda menilai banyak pembuat pemula terlalu sibuk mengikuti style pembuat lain nan sedang viral. Padahal, menurutnya, penonton justru lebih menyukai sosok nan tampil apa adanya.
Sejak awal membikin konten, Mama Firda memilih mempertahankan style bicara nan sederhana, ekspresi nan natural, serta kebiasaan unik nan muncul secara spontan di setiap video. Ucapan “di galoy… galoy…” nan sering terlontar dalam videonya apalagi menjadi karakter unik nan sekarang mudah dikenali oleh para pengikutnya.
Menurutnya, karakter nan lahir secara alami bakal jauh lebih kuat dibandingkan karakter nan dibuat hanya demi mengikuti tren.
“Kalau kita menjadi orang lain, pasti capek menjalaninya. Tapi jika menjadi diri sendiri, orang juga bakal lebih mudah percaya,” katanya.
2. Bangun Kepercayaan Sebelum Mengejar Penjualan
Sebagai seorang reviewer sekaligus affiliate, Mama Firda mengaku tidak pernah menjadikan penjualan sebagai tujuan utama. Ia selalu berupaya memastikan bahwa produk nan dipromosikan memang pernah dicoba dan sesuai dengan kebutuhannya. Dengan begitu, dia dapat memberikan ulasan berasas pengalaman pribadi, bukan sekadar membaca info dari produsen.
Menurutnya, kepercayaan nan dibangun dalam jangka panjang jauh lebih berbobot dibandingkan untung sesaat. “Kalau followers sudah percaya, mereka bakal kembali lagi menonton konten kita. Tapi jika sekali saja merasa dibohongi, kepercayaan itu susah dikembalikan,” ujarnya.
3. Konsisten dengan Niche Konten
Mama Firda mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan nan sering dilakukan pembuat baru adalah terlalu sering berganti konsep demi mengikuti tren.
Padahal, algoritma media sosial bakal lebih mudah mengenali identitas seorang pembuat andaikan mempunyai tema nan konsisten.
Karena itu, sejak awal Mama Firda memilih konsentrasi pada konten beauty, foodies, dan lifestyle nan memang sesuai dengan kesehariannya. Konsistensi tersebut membikin audiens memahami karakter kontennya dan mengetahui apa nan bisa mereka harapkan dari setiap unggahan.
4. Bangun Kedekatan dengan Audiens
Menurut Mama Firda, individual branding tidak hanya dibangun melalui video, tetapi juga melalui langkah berinteraksi dengan para pengikut.
Ia berupaya membaca komentar, menjawab pertanyaan, hingga mendengarkan masukan dari audiens mengenai konten nan mau mereka lihat berikutnya.
Dengan langkah tersebut, hubungan antara pembuat dan pengikut terasa lebih dekat sehingga tercipta organisasi nan loyal.
“Followers itu bukan hanya angka. Mereka adalah orang-orang nan memberikan kepercayaan kepada kita. Jadi kudu dijaga komunikasi dengan baik,” tuturnya.
5. Jangan Takut Menunjukkan Proses
Mama Firda percaya bahwa audiens saat ini lebih menyukai perjalanan dibandingkan kesempurnaan. Ia tidak pernah ragu memperlihatkan aktivitas sehari-harinya sebagai seorang ibu melalui konten A Day in My Life nan menjadi salah satu karakter khasnya.
Kesederhanaan itulah nan membikin banyak orang merasa dekat dengannya. Menurut Mama Firda, konten nan memperlihatkan proses bakal lebih mudah membangun hubungan emosional dibandingkan hanya menampilkan hasil akhir.
6. Jaga Reputasi di Setiap Kerja Sama
Semakin banyak pengikut biasanya bakal semakin banyak pula tawaran kerja sama dari beragam brand. Namun, Mama Firda mengaku tidak menerima semua tawaran tersebut. Ia memilih bekerja sama dengan produk nan sesuai dengan karakter kontennya agar individual branding nan telah dibangun tetap terjaga.
“Saya mau followers tahu jika saya memilih produk lantaran memang percaya kualitasnya, bukan hanya lantaran dibayar,” ungkapnya.
Prinsip tersebut menjadi salah satu argumen kenapa tingkat kepercayaan audiens terhadap kontennya tetap tinggi, apalagi mengantarkannya menjadi Top 1 Affiliate Indonesia.
7. Konsisten Berkarya Meski Hasil Belum Terlihat
Bagi Mama Firda, individual branding tidak dibangun dalam hitungan hari. Dibutuhkan waktu, konsistensi, dan kesabaran agar seseorang dikenal lantaran kualitas kontennya.
Ia mengingat kembali masa-masa awal ketika videonya hanya ditonton sedikit orang. Saat itu, dia memilih terus belajar dan memperbaiki kualitas konten dibandingkan menyerah.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Selain mempunyai ratusan ribu pengikut, Mama Firda juga sukses meraih beragam pencapaian nan sebelumnya tidak pernah dia bayangkan.
“Saya hanya lulusan SD dan pernah tidak diizinkan menjadi konten kreator. Tapi saya percaya jika terus belajar dan konsisten, pasti ada hasilnya. Personal branding itu dibangun dari kebiasaan baik nan kita lakukan setiap hari,” kata Mama Firda.
Menurutnya, menjadi reviewer produk nan dipercaya bukan berfaedah kudu mempunyai peralatan mahal alias mengikuti semua tren nan sedang viral. nan jauh lebih krusial adalah menjaga kejujuran, konsistensi, dan identitas diri di setiap konten nan dibuat.
Perjalanan Mama Firda dari seorang ibu rumah tangga hingga menjadi pembuat nan pernah meraih predikat Top 1 Affiliate Indonesia, memperoleh penghargaan Best Creator, diundang ke TikTok Indonesia, serta mendapatkan beragam kepercayaan dari brand nasional menjadi bukti bahwa individual branding nan kuat bisa membuka banyak peluang.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·