Kreator Konten Nickysya Bagikan Strategi Bangun Personal Branding Jadi Reviewer Produk dari Nol

4 hari yang lalu 12
Kreator Konten Nickysya Bagikan Strategi Bangun Personal Branding Jadi Reviewer Produk dari Nol Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI era digital saat ini, menjadi reviewer produk bukan lagi sekadar membikin video lampau mengunggahnya ke media sosial. Persaingan nan semakin ketat membikin setiap pembuat kudu mempunyai nilai lebih agar bisa memperkuat dan terus dipercaya oleh audiens maupun beragam brand.

Hal tersebut dibuktikan oleh Niki Puspita Sari, alias nan lebih dikenal dengan nama Nickysya. Kreator konten nan mempunyai lebih dari 2,6 juta pengikut di TikTok @nickysya dan 204 ribu followers di IG @nickysya_23 ini sukses membangun personal branding melalui konten review kosmetik, skincare, kuliner, fashion, hingga aktivitas sehari-hari. Berkat konsistensinya, dia sukses menjadi salah satu affiliate nan dipercaya banyak brand, memperoleh beragam reward, hingga akhirnya mempunyai brand beauty Glenariska serta produk kuliner Sambel Makglen dan Petis Makglen.

Menurut Nickysya, membangun individual branding tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, kejujuran, dan keahlian memahami apa nan sebenarnya mau ditonton oleh audiens.
“Audiens sekarang bukan hanya mencari produk bagus, tapi mereka juga mencari orang nan bisa mereka percaya. Jadi sebelum berpikir gimana menjual produk, bangun dulu kepercayaan mereka,” ujar Nickysya.

Berikut lima strategi membangun individual branding sebagai reviewer produk nan dibagikan Nickysya.

1. Bangun Karakter nan Mudah Diingat, Jangan Hanya Menjadi Kreator nan Ikut Tren

Menurut Nickysya, banyak pembuat baru terlalu konsentrasi mengikuti tren viral tanpa memikirkan identitas nan mau dibangun. Akibatnya, meskipun ada video nan viral, audiens sering kali tidak mengingat siapa kreator konten tersebut.

Ia menyarankan agar setiap pembuat mempunyai karakter unik nan muncul secara konsisten di setiap video. Ciri unik tersebut bisa berupa langkah berbicara, style editing, langkah menjelaskan produk, hingga kalimat nan selalu diucapkan.

Nickysya sendiri dikenal dengan style penyampaiannya nan santuy dan apa adanya. Saat membikin konten memasak, misalnya, ucapan “kucek kucek hotahe” justru menjadi identitas nan melekat di akal para pengikutnya. Kalimat sederhana tersebut membikin banyak orang langsung mengenali videonya tanpa kudu memandang nama akun.

Menurutnya, individual branding nan kuat bakal membikin audiens lebih mudah mengingat seorang pembuat dibanding hanya mengingat produk nan sedang direview. Ketika karakter sudah terbentuk, setiap konten nan diunggah mempunyai kesempatan lebih besar mendapatkan perhatian lantaran penonton sudah merasa berkawan dengan sosok kreatornya.

2. Jadikan Review Sebagai Cerita, Bukan Sekadar Promosi Produk

Nickysya mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan nan paling sering dilakukan reviewer pemula adalah terlalu konsentrasi menjelaskan spesifikasi alias faedah produk seperti sedang membaca katalog. Padahal, penonton lebih tertarik mendengarkan pengalaman nyata dibanding sekadar mendengar daftar kelebihan produk.

Karena itu, dia selalu berupaya memasukkan pengalaman pribadi dalam setiap review. Mulai dari argumen mencoba produk, kondisi sebelum menggunakannya, proses pemakaian, hingga hasil nan betul-betul dirasakan.

Menurutnya, pendekatan seperti ini membikin konten terasa lebih natural dan tidak seperti iklan. Penonton pun lebih mudah percaya lantaran mereka merasa sedang mendengar pengalaman seseorang, bukan sekadar promosi berbayar. Semakin jujur sebuah review disampaikan, semakin besar pula kesempatan membangun loyalitas audiens dalam jangka panjang.

3. Sisipkan Produk ke Dalam Aktivitas Sehari-hari agar Terlihat Lebih Natural

Salah satu strategi nan membikin konten Nickysya banyak diminati adalah menggabungkan review produk dengan aktivitas sehari-hari melalui konsep “A Day in My Life.”

Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih efektif dibanding membikin video nan hanya berisi promosi produk selama satu menit penuh.
Misalnya ketika sedang bersiap di pagi hari, dia bakal memperlihatkan skincare nan digunakan. Saat memasak, dia bisa menyisipkan review ramuan alias peralatan dapur. Ketika sedang kulineran, dia membagikan pengalaman menikmati makanan sembari menjelaskan rasa dan kualitasnya.

Konsep seperti ini membikin penonton merasa sedang mengikuti keseharian kreator, bukan sedang dipaksa membeli suatu produk.
Nickysya percaya bahwa review nan menyatu dengan kehidupan sehari-hari bakal lebih mudah diterima lantaran terasa realistis dan relevan dengan aktivitas penonton.

4. Bangun Kepercayaan Sebelum Mengejar Penghasilan Besar

Sebagai pembuat nan sukses di bumi affiliate, Nickysya menilai penghasilan besar bukanlah tujuan pertama nan kudu dikejar oleh seorang reviewer.

Menurutnya, duit bakal datang ketika kepercayaan audiens sudah terbentuk.
Karena itu, dia tidak asal menerima semua tawaran kerja sama. Ia memilih produk nan betul-betul sesuai dengan karakter akun dan berani direkomendasikan kepada para pengikutnya. Ia juga menghindari memberikan klaim nan berlebihan hanya demi meningkatkan penjualan.

Strategi tersebut membikin banyak pengikut merasa percaya terhadap setiap rekomendasi nan diberikan. Dampaknya, banyak produk nan sukses mencapai sasaran penjualan, sehingga beragam brand kembali mengajaknya bekerja sama dan memberikan reward atas performa penjualannya.
Menurut Nickysya, hubungan jangka panjang dengan audiens jauh lebih berbobot dibanding untung sesaat dari promosi nan tidak sesuai.

5. Jadikan Personal Branding sebagai Jalan Membangun Bisnis Jangka Panjang

Nickysya menegaskan bahwa individual branding bukan hanya berfaedah untuk mendapatkan endorsement alias kerja sama dengan brand.
Baginya, individual branding juga merupakan modal utama ketika mau membangun upaya sendiri.

Setelah bertahun-tahun membangun kepercayaan melalui konten review, dia akhirnya menghadirkan brand beauty Glenariska, serta mengembangkan produk kuliner rumahan berupa Sambel Makglen dan Petis Makglen. Menurutnya, kepercayaan nan telah dibangun dari konten membikin proses memperkenalkan upaya menjadi lebih mudah lantaran audiens sudah mengenal karakter dan kredibilitas dirinya.

“Personal branding itu investasi jangka panjang. Ketika orang sudah percaya dengan kita, bukan hanya produk nan mereka lihat, tetapi juga siapa orang di kembali rekomendasi tersebut. Itu nan kudu dijaga oleh setiap kreator,” tutup Nickysya.

Perjalanan Nickysya menjadi bukti bahwa membangun individual branding tidak kudu dimulai dengan peralatan mahal alias konsep nan rumit. Konsistensi, kejujuran, dan keberanian menjadi diri sendiri justru menjadi fondasi utama nan bisa membawa seorang pembuat berkembang, dipercaya banyak brand, hingga mempunyai upaya nan lahir dari hasil kerja kerasnya sendiri. (H-2)
 

Selengkapnya