Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Terburuk Ketiga di Dunia

55 menit yang lalu 2
Kualitas Udara Jakarta Sabtu Pagi Terburuk Ketiga di Dunia Warga menggunakan masker saat beraktivitas untyuk menghindari paparan polusi udara di Jakarta.(MI/Usman Iskandar)

KUALITAS udara di DKI Jakarta pada Sabtu (1/8) pagi masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan, Jakarta menduduki ranking ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di nomor 163 dengan polutan utama PM2.5 dan konsentrasi mencapai 79,2 mikrogram per meter kubik.

Kondisi udara pada tingkat ini masuk kategori tidak sehat bagi golongan sensitif lantaran berpotensi mengganggu kesehatan manusia, hewan nan rentan, hingga berisiko merusak tumbuhan serta nilai estetika lingkungan.

Guna meminimalkan akibat jelek polusi, IQAir merekomendasikan masyarakat untuk menghindari aktivitas luar ruangan. Warga nan terpaksa beraktivitas di luar imbau memakai masker, serta menutup jendela gedung guna mencegah masuknya udara kotor.

Daftar Kota Udara Terburuk & Sistem Peringatan Dini

Dalam rilis dunia IQAir Sabtu pagi, ranking pertama kota dengan udara terburuk diduduki oleh Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan AQI 243, disusul Kampala (Uganda) di posisi kedua (AQI 240). Di bawah Jakarta, terdapat Manama (Bahrain) di ranking keempat (AQI 137) dan Dubai (Uni Emirat Arab) di posisi kelima (AQI 134).

Merespons ancaman polusi nan persisten, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berbareng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sekarang tengah menyiapkan sistem peringatan awal kualitas udara alias Early Warning System (EWS) untuk memprediksi tingkat polusi udara secara lebih akurat.

Pengembangan EWS ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta dalam menekan akibat pencemaran udara serta meningkatkan kualitas hidup warga.

Keberadaan EWS diharapkan memberi faedah besar bagi golongan rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan seperti asma. Dengan prediksi nan akurat, masyarakat dapat mengambil tindakan preventif, seperti membatasi aktivitas bentuk di area terbuka dan mengenakan masker.

Selengkapnya