KY Pastikan 5 Kandidat Hakim Agung Perempuan Miliki Kualifikasi Unggul

53 menit yang lalu 2
KY Pastikan 5 Kandidat Hakim Agung Perempuan Miliki Kualifikasi Unggul Gedung Komisi Yudisial di Jakarta(Antara)

KOMISI Yudisial (KY) memastikan proses seleksi calon pengadil agung (CHA) dan calon pengadil ad hoc di Mahkamah Agung (MA) Tahun 2026 memenuhi keterwakilan perempuan sesuai standar.

Anggota KY sekaligus Anggota Bidang Rekrutmen Hakim, Prof. Andi Muhammad Asrun, mengonfirmasi lima nama wanita sukses lolos seleksi kesehatan dan kepribadian dari total 23 kandidat. Kelimanya berkuasa melaju ke tahapan seleksi wawancara akhir.

“Jumlah keterwakilan wanita dalam seleksi ini mencapai 40 persen, dihitung dari calon wanita nan mengikuti tes kesehatan dan asesmen kepribadian hingga lolos ke seleksi wawancara,” ujar Asrun saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/7).

Berdasarkan info KY, sebanyak 23 calon dipastikan lolos ke tahap seleksi wawancara akhir. Rinciannya terdiri atas 19 calon hakim agung, dua calon pengadil ad hoc Hak Asasi Manusia (HAM), dan dua calon pengadil ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Khusus untuk 19 kandidat calon pengadil agung, komposisinya terdiri atas 14 laki-laki dan lima perempuan. Kelima calon wanita tersebut mempunyai latar belakang pekerjaan beragam, ialah dua pengadil tinggi, satu panitera, satu advokat, dan satu notaris.

Adapun kelima calon pengadil agung wanita tersebut ialah:

  • Nirwana (Ketua Pengadilan Tinggi Makassar)
  • Suprapti (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang)
  • Sudharmawantiningsih (Panitera MA)
  • Dhifla Wiyani (Advokat pada Kantor DV and Partners)
  • Nurnaningsih (Notaris pada instansi Dr. Nurnaningsih)

Sementara itu, untuk posisi calon pengadil ad hoc HAM dan ad hoc Tipikor, masing-masing dua kandidat seluruhnya didominasi oleh laki-laki.

Asrun menegaskan bahwa kelima kandidat wanita tersebut lolos murni lantaran mempunyai kualifikasi nan unggul dan setara dengan 18 calon laki-laki lainnya.

“Ini persoalan kualitas, dan kebetulan calon-calon pengadil wanita ini top semua, bukan asal-asalan. Ini bukan lagi sekadar soal keterwakilan, tetapi sudah monumental,” tegasnya.

Sebelumnya pada Selasa (28/7/2026), KY telah mengumumkan 23 nama calon nan lolos tes kesehatan dan kepribadian. Para peserta ini dijadwalkan menjalani seleksi wawancara akhir pada 3-7 Agustus 2026.

Dari 19 calon pengadil agung nan tersaring, perincian berasas bilik meliputi:

  • Kamar Pidana: 9 orang
  • Kamar Perdata: 4 orang
  • Kamar Agama: 3 orang
  • Kamar Tata Usaha Negara (TUN) Khusus Pajak: 3 orang

Adapun kebutuhan pemenuhan pengadil di MA pada tahun 2026 mencakup dua orang untuk bilik perdata, empat orang bilik pidana, dua orang bilik agama, serta tiga orang bilik TUN unik pajak. Sementara untuk pengadil ad hoc, dibutuhkan dua orang pengadil ad hoc HAM dan satu orang pengadil ad hoc Tipikor.

Seleksi wawancara akhir ini bakal menjadi tahapan krusial untuk menentukan nama-nama calon nan berkuasa mengisi kekosongan kedudukan pengadil agung dan ad hoc di MA tahun ini. (Ant/P-4)

Selengkapnya