Pembalap McLaren Lando Norris(AFP/Andrej ISAKOVIC)
PEMBALAP McLaren, Lando Norris, dipastikan bakal memulai balapan GP Belgia pada Minggu (19/7) dengan penalti mundur 10 posisi di grid. Keputusan ini diambil setelah tim memutuskan untuk melampaui pemisah penggunaan komponen mesin nan diizinkan musim ini.
Mobil sang juara bumi tersebut bakal dipasangi baterai baru, nan merupakan unit keempat Norris musim ini, satu unit lebih banyak dari kuota nan diperbolehkan oleh izin FIA.
Secara teknis, komponen nan diganti adalah power electronics, sebuah komputer kontrol di dalam modul baterai nan menjadi titik lemah reliabilitas McLaren sepanjang tahun ini.
Strategi di Balik Penalti
McLaren sengaja memilih sirkuit Spa-Francorchamps untuk mengambil penalti ini lantaran karakter trek nan memungkinkan tindakan menyalip (overtaking) jauh lebih mudah dibandingkan sirkuit lain. Tim menilai lebih baik mengorbankan posisi start di Belgia daripada di GP Hungaria, di mana menyalip sangat susah dilakukan.
Selain itu, penggantian ini dilakukan untuk mengangkat spesifikasi terbaru dari mesin Mercedes nan telah menyertakan perbaikan reliabilitas. Sebelumnya, Norris mengalami serangkaian masalah teknis nan menghalang performanya sejak awal musim.
Riwayat Masalah Power Electronics Lando Norris:
| GP Tiongkok (Maret) | Gagal start akibat masalah terminal pada unit power electronics. |
| GP Jepang | Unit kedua ditarik setelah masalah di sesi latihan. |
| GP Monako | Unit hasil perbaikan dari Jepang mengalami kerusakan terminal. |
| GP Belgia | Penggunaan unit keempat (Penalti 10 posisi). |
Optimisme Norris dan Pembaruan Teknis
Meski kudu memulai dari barisan tengah alias belakang, Lando Norris tetap optimistis. Ia mengandalkan kelebihan kecepatan di lintasan lurus (straight-line speed) untuk merangsek ke depan.
"Saya kudu memandang gimana kondisi menyalip nanti. Kami mungkin mempunyai sedikit kelebihan kecepatan di lintasan lurus dibandingkan pembalap di belakang. Efek slipstream di sini cukup besar, jadi saya tetap percaya kami bisa menjalani balapan nan bagus," ujar Norris.
McLaren juga memperkenalkan kreasi sayap belakang baru di Spa nan diharapkan cocok dengan karakter sirkuit Ardennes nan cepat. Berbeda dengan kreasi inovatif Ferrari alias Red Bull, McLaren memilih style pembukaan konvensional untuk mode lintasan lurus guna menjaga stabilitas.
Kondisi Rival: Mercedes dan Red Bull
Masalah reliabilitas mesin Mercedes tidak hanya menimpa McLaren. Pemimpin klasemen, Kimi Antonelli, juga kudu menggunakan mesin baru akhir pekan ini setelah unit nan digunakannya di GP Inggris dikirim kembali ke markas HPP di Brixworth untuk investigasi. Namun, lantaran tetap dalam alokasi nan diizinkan, Antonelli tidak terkena penalti.
Sementara itu, Red Bull terpaksa kembali ke kreasi sayap konvensional setelah Max Verstappen mengalami kecelakaan dalam kecepatan tinggi di dua balapan terakhir nan diduga dipicu oleh masalah pada kreasi sayap sebelumnya.
Langkah McLaren mengambil penalti di Belgia ini merupakan bagian dari rencana besar sebelum mereka memperkenalkan paket pembaruan aerodinamis signifikan pada GP Hungaria dan GP Belanda mendatang, dengan angan dapat kembali ke persaingan papan atas setelah sempat merosot di beberapa balapan terakhir. (bbc/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·