Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa minuman keras asal China, Kweichow Moutai, secara mengejutkan mencatatkan penurunan untung bersih sebesar 1,95% menjadi 44,5 miliar yuan alias setara US$ 6,6 miliar (Rp 117,48 triliun) pada semester pertama tahun ini. Penurunan keahlian finansial ini menandai goyahnya kekuasaan perusahaan baijiu premium tersebut di tengah transisi ekonomi China nan sekarang lebih berfokus pada sektor teknologi dan kepintaran buatan (AI).
Mengutip CNBC International, Rabu (19/8/2026), penurunan untung pada enam bulan pertama ini merupakan nan pertama kalinya terjadi sejak tahun 2014. Hasil mengecewakan ini juga menyusul kejatuhan untung bersih tahunan sebesar 4,5% pada 2025 lalu, nan sekaligus menjadi penurunan tahunan pertama dalam sejarah perusahaan berasas info Wind Information.
Lesunya keahlian Moutai sangat berangkaian erat dengan pelemahan ekonomi makro China, di mana pertumbuhan kuartal kedua tercatat paling lambat sejak kuartal keempat 2022. Selain itu, investasi aset tetap perkotaan, termasuk real estat dan prasarana nan dulunya menjadi ladang utama konsumsi minuman keras ini dalam lobi-lobi bisnis, juga merosot 5,7% dalam enam bulan pertama akibat tindakan keras antikorupsi dan pengetatan utang pengembang.
Manajer Dana di Ba Luo Fund, Ye Yuhua, menjelaskan bahwa pergeseran konsentrasi ekonomi ke sektor teknologi kelas atas membikin para pelaku industri baru tersebut tidak lagi mempunyai kecenderungan untuk mengonsumsi baijiu layaknya para pekerja di sektor properti.
"Ini adalah tren nan tidak dapat diubah. Baijiu telah menjadi pasar nan jenuh," ungkapnya.
Merosotnya performa upaya ini secara langsung memukul nilai saham Moutai di pasar bursa. Saham perusahaan ambruk 5,7% secara year-to-date hingga hari Selasa, nan menandai tren penurunan secara tahunan selama empat tahun berturut-turut.
Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa entitas biaya negara China, ialah Central Huijin dan China Securities Finance, sudah angkat kaki dan tidak lagi berada dalam daftar 10 pemegang saham terbesar perusahaan.
Analis Saham Independen, Dongfang Li, menilai keluarnya penanammodal institusional raksasa tersebut mengirimkan sinyal ancaman mengenai melemahnya posisi tawar produk perusahaan.
"Sinyal paling signifikan dari laporan finansial terbaru perusahaan baijiu ini adalah bahwa nilai Moutai dalam negosiasi upaya sedang menyusut," paparnya.
"Pasar bergeser dari logika ekonomi tradisional tentang pertumbuhan nan stabil ke potensi pertumbuhan tinggi dan daya saing dunia nan dibawa oleh penemuan teknologi," tambahnya.
Meski demikian, Li mencatat bahwa margin kotor Moutai nan luar biasa tinggi di nomor 90% serta pembagian dividen nan stabil tetap menjadi daya tarik bagi lembaga nan tersisa. Namun, dia juga menyoroti bahwa nilai pasar Moutai sekarang telah disalip oleh perusahaan teknologi, seperti produsen cip memori CXMT nan baru melantai bulan lampau dengan kapitalisasi pasar mencapai 2,5 kali lipat lebih besar dari Moutai.
Di sisi lain, para analis dari bank investasi Citi dan lembaga riset Morningstar justru menilai penurunan keahlian saat ini lebih disebabkan oleh masa transisi strategi penjualan dari grosir menjadi langsung ke konsumen, bukan sekadar pelemahan permintaan. Citi apalagi tetap mempertahankan ranking "beli" untuk saham Moutai dengan prospek membaiknya sentimen rotasi ke saham konsumen berbobot unggul.
Kedua lembaga tersebut memproyeksikan Moutai bakal kembali meraup untung pada Festival Pertengahan Musim Gugur di kuartal ketiga. Peningkatan penjualan musiman nan dipadukan dengan dua putaran kenaikan nilai produk pada tahun ini diperkirakan bakal mendorong untung bersih perusahaan untuk kembali tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 8% dari tahun 2025 hingga 2030.
Terkait sentimen pasar riil saat ini, Pakar Strategi Investasi Modal Global di China Asset Management, Wenjie Ding, menyatakan bahwa kebanyakan penanammodal tetap mengambil sikap menunggu sebelum menyuntikkan dananya. Hal ini tercermin jelas dari info ETF nan terus menunjukkan arus keluar bersih secara konstan dari beragam perusahaan makanan dan minuman nan mempunyai berat baijiu signifikan di sepanjang tahun ini.
(tps/luc)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·