Lewat Program Ini, BRI Dorong Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI terus berupaya memperkuat komitmennya dalam memberdayakan dan mendorong kemajuan UMKM di beragam wilayah Indonesia. Salah satunya dibuktikan melalui program pendampingan Klasterku Hidupku, BRI Unit Dofior di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Program tersebut mendampingi pelaku upaya pengolahan ikan kering dalam meningkatkan kapabilitas upaya sekaligus memperluas jangkauan pasarnya. Salah satunya Nursia, perjalanannya membangun upaya pengolahan ikan kering dimulai pada 2017. Berbekal kemauan untuk hidup lebih sejahtera, dia mengumpulkan modal sedikit demi sedikit hingga akhirnya memberanikan diri merintis usahanya sendiri.

Meski demikian, perjalanan upaya Nursia bukan tanpa tantangan. Ketergantungan pada kesiapan hasil laut membikin aktivitas produksinya sangat dipengaruhi oleh kondisi laut dan hasil tangkapan nelayan.

Di sisi lain, pendapatan usahanya turut berjuntai pada pergerakan nilai ikan dan tingkat permintaan pasar. "Setiap bulan ada naik turunnya. Namun, kami selalu berupaya untuk tetap bertahan," ungkap Nursia dalam keterangan resminya, Sabtu (29/8/2026).

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan modal menjadi salah satu aspek krusial untuk menjaga kelangsungan usaha. "Pada awal merintis saya memerlukan biaya sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta untuk membeli ikan sebagai bahan baku. Namun, modal nan terbatas itu mulai menemukan jalan keluar pada akhir tahun nan sama, ketika saya memperoleh pembiayaan dari BRI," ujarnya.

Nursia juga menyebut bahwa hubungannya dengan BRI tidak berakhir pada akses pembiayaan. Melalui pendampingan Mantri BRI, dia berbareng para pelaku upaya ikan lainnya di area Jembatan Puri kemudian didorong untuk membentuk Klaster BRI Penjual Ikan Jembatan Puri Sorong melalui program Klasterku Hidupku.

Pembentukan klaster membikin para pelaku upaya tidak lagi menghadapi beragam tantangan secara sendiri-sendiri. Klaster menjadi ruang bagi para personil untuk berganti informasi, mendiskusikan hambatan usaha, dan mencari solusi bersama. Mereka juga memperoleh training mengenai penguatan merek, pengemasan produk, dan pemasaran, serta kesempatan mengikuti pameran UMKM BRI untuk memperluas pengenalan produk.

"Keikutsertaan dalam klaster menjadi babak baru bagi perkembangan upaya saya. Selain memperoleh akses pembiayaan, saya juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kapabilitas dan menjaga keberlanjutan usaha," kata Nursia.

Salah satu perihal nan paling diapresiasi Nursia dari kemitraannya dengan BRI adalah pendampingan para Mantri BRI. "Sejak awal bergabung, Mantri BRI sangat ramah dan perihal nan paling membekas bagi saya adalah kesabaran para petugas dalam membantu mengatasi hambatan administratif dan melengkapi persyaratan nan belum dipahami," ucapnya.

Pendampingan nan konsisten tersebut membikin Nursia merasa dihargai, bukan hanya sebagai nasabah, tetapi juga sebagai mitra upaya nan tumbuh berbareng BRI. "Kami juga diajarkan langkah berbisnis secara online dan memasarkan produk melalui media sosial," kata Nursia.

"Pencapaian nan paling kami syukuri adalah dapat bayar tanggungjawab kepada bank tepat waktu setiap bulan tanpa catatan angsuran bermasalah. Kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi dan modal upaya juga tetap terjaga," ujar Nursia.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa BRI terus memperkuat ekosistem pemberdayaan untuk membantu UMKM memperoleh support finansial, meningkatkan keahlian usaha, dan memperluas akses pasar. Pendekatan tersebut dijalankan melalui beragam inisiatif, termasuk Klasterku Hidupku.

"BRI berkomitmen melakukan pemberdayaan UMKM secara menyeluruh melalui sinergi support modal, penguatan modal sosial, dan transformasi digital sebagai solusi ekspansi akses pasar. Melalui pendekatan tersebut, BRI berkomitmen mendampingi UMKM Indonesia agar semakin tangguh, adaptif, dan bisa naik kelas secara berkelanjutan," tandas dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya