Logo HUT RI: Lebih dari Sekadar Identitas Visual, tetapi Kompas Moral dan Operasional Bangsa

1 jam yang lalu 3

loading...

Imamul Masyhudi, Dosen Desain Komunikasi Visual, Universitas Multimedia Nusantara. Foto/istimewa

Imamul Masyhudi
Dosen Desain Komunikasi Visual, Universitas Multimedia Nusantara

SETIAP tahun Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan dengan logo baru. Sebagian masyarakat mungkin menganggap logo tersebut hanya pelengkap seremoni: menghiasi spanduk, baliho, media sosial, hingga panggung perayaan. Setelah peringatan usai, logo pun pelan-pelang menghilang.

Pandangan seperti itu sesungguhnya terlalu menyederhanakan kegunaan sebuah logo. Dalam perspektif kreasi komunikasi visual, logo merupakan identitas visual nan membedakan dan merepresentasikan suatu institusi, program, alias peristiwa. Namun ketika sebuah logo memuat nilai, harapan, dan arah nan mau dibangun bersama, fungsinya menjadi berkembang. Di titik inilah logo bergeser dari sekadar identitas visual menjadi sebuah simbol, penampung pendapat dan cita-cita bersama

Dalam kajian semiotika Roland Barthes, simbol visual tidak hanya mempunyai makna denotatif sebagai corak nan terlihat, tetapi juga makna konotatif nan merepresentasikan nilai, harapan, dan ideologi. Karena itu, logo HUT RI selayaknya dipahami sebagai pengingat kolektif tentang cita-cita nan mau diwujudkan bangsa Indonesia, bukan sekadar identitas sebuah peringatan tahunan. Namun, makna simbol tidak pernah berdiri sendiri. Ia memperoleh kekuatan ketika diwujudkan dalam tindakan. Di sinilah letak tantangan terbesar.

Dalam pandangan penulis, kegunaan logo HUT RI bukan hanya identitas visual alias media kampanye, melainkan sebagai kompas moral dan operasional bagi penyelenggara negara. Sebagai kompas moral, logo mengingatkan nilai-nilai dasar nan kudu dijaga; sebagai kompas operasional, logo mengarahkan gimana nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam kebijakan, pelayanan publik, dan tata kelola pemerintahan.

Dengan demikian, keberadaan logo tidak berakhir pada ruang-ruang seremoni, datang di instansi pemerintahan alias ruang publik, melainkan menjadi pengingat kolektif atas arah nan kudu ditempuh negara. Logo HUT RI bukan sekadar dekorasi.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahas corak visual maupun filosofi logo HUT RI ke-81 alias logo-logo HUT RI lainnya. Pembahasan lebih diarahkan pada kegunaan logo sebagai simbol negara nan datang setiap tahun dan mengandung angan bakal arah pembangunan bangsa.

Selengkapnya