Longsor Dahsyat Timbun Permukiman Warga, 8 Tewas-34 Masih Hilang

4 hari yang lalu 11

Jakarta, CNBC Indonesia - Bencana longsor melanda wilayah Pengshui County, di pinggiran Kota Chongqing, China, pada Jumat (17/7/2026). Bencana ini menewaskan sedikitnya 8 orang dan menyebabkan 34 lainnya tetap hilang.

Material longsor berupa batu dan tanah dalam jumlah besar menerjang area permukiman hingga menimbun lebih dari 10 gedung tempat tinggal. Otoritas setempat juga mengevakuasi lebih dari 1.100 penduduk dari letak bencana.

Media pemerintah China, CCTV, melaporkan longsor terjadi sekitar pukul 09.08 waktu setempat. Peristiwa tersebut berjalan ketika material batu dan tanah dalam jumlah besar meluncur dari lereng menuju area di bawahnya.

Wali Kota Pengshui County Ren Xujiang mengatakan tim penyelamat sukses mengevakuasi 10 orang dari timbunan material longsor. Dua di antaranya mengalami luka serius.

Presiden China Xi Jinping meminta otoritas mengenai menyelidiki penyebab musibah tersebut, dikutip dari APNews, Sabtu (18/7/2026).

Kepala Perencanaan dan Sumber Daya Alam Pengshui County Wang Chuanjun mengatakan longsor membawa sekitar 18.000 meter kubik batu dan material lainnya. Batu terbesar nan ikut terbawa longsor diperkirakan mempunyai volume sekitar 3.000 meter kubik.

Dalam konvensi pers, Wang juga memperingatkan potensi longsor susulan. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat maupun cuaca cerah dan panas dalam waktu lama dapat meningkatkan akibat keruntuhan lebih lanjut.

Pemeriksaan lapangan nan dilakukan para mahir menemukan tetap terdapat sejumlah massa batuan nan tidak stabil di bagian atas dan sisi tebing curam.

Otoritas memutus aliran air, listrik, dan gas dalam radius 1 kilometer dari letak longsor untuk mencegah gangguan lebih lanjut. Pemerintah setempat mengerahkan lebih dari 800 personel untuk melakukan operasi penyelamatan.

Kantor buletin Xinhua melaporkan bahwa petugas juga menggunakan drone untuk memantau dan memetakan letak longsor.

Warga setempat mengatakan pemerintah dan organisasi sekitar telah menggelar pemindahan setelah batu-batu mini mulai bertumbangan dan terdengar suara-suara tidak biasa dari perbukitan. Longsor besar kemudian terjadi ketika proses pemindahan berlangsung, menurut laporan surat berita lokal Chongqing Daily.

Rekaman CCTV memperlihatkan sebagian lereng gunung runtuh dan menimpa area permukiman. Sejumlah gedung berada tepat di dekat letak longsor, sementara tim penyelamat menyisir timbunan material untuk mencari korban.

Proses pengamanan menghadapi tantangan lantaran kondisi medan nan tidak stabil serta ancaman longsor susulan.

Sejumlah gambar nan beredar di media sosial memperlihatkan petugas penyelamat dengan busana berwarna oranye menggunakan perangkat berat untuk menggali puing-puing. Dalam salah satu momen, tim penyelamat sukses menarik seorang korban nan tetap hidup dari timbunan material.

Bongkahan batu berukuran besar juga meluncur di samping sejumlah gedung hingga masuk ke aliran air di bawahnya. Dua gedung nan diperkirakan mempunyai lima dan 15 lantai mengalami kerusakan, tetapi tetap berdiri.

Longsor nan dipicu hujan itu terjadi di dekat salah satu bagian Sungai Wujiang. Sungai tersebut mengalir melewati area pegunungan karst nan dihiasi sejumlah kota mini dan area persawahan bertingkat.

Otoritas China telah mengirim lebih dari 13.000 support musibah ke Chongqing. Bantuan tersebut mencakup tenda, tempat tidur lipat, hingga perlengkapan darurat untuk keluarga.

Pengshui County berada di bagian tenggara Chongqing dan berbatasan dengan Provinsi Hubei serta Guizhou.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya