(MI/Rudi)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) berbareng Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat langkah antisipasi pengendalian kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil menyusul peningkatan potensi kebakaran pada puncak musim tandus tahun 2026 nan dipengaruhi kejadian El Niño.
Berdasarkan info Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) per 17 Juli 2026, pemantauan titik panas (hotspot) secara nasional menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 166,99 persen dibandingkan periode nan sama pada tahun 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca bakal jauh lebih kering selama periode 2026–2027.
Data Luas Karhutla Nasional
Kementerian Kehutanan mencatat total luas karhutla nasional selama periode Januari-Juni 2026 telah mencapai 107.465,47 hektare. Berikut lima provinsi dengan luas kebakaran rimba dan lahan terbesar:
- Kalimantan Barat: 28.680,47 hektare
- Riau: 15.477,95 hektare
- Nusa Tenggara Timur: 10.538,30 hektare
- Maluku: 7.091,07 hektare
- Papua Selatan: 6.281,81 hektare
Penegakan Hukum dan Sanksi Tegas
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya konsentrasi pada pemadaman, tetapi juga memperkuat supremasi hukum. "Penegakan norma dilakukan melalui hukuman administratif bagi perusahaan nan lalai menjaga wilayah kerjanya, gugatan perdata untuk pemulihan lingkungan, hingga penindakan pidana terhadap perorangan maupun korporasi," ujar Dwi Januanto, Jumat (17/7).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, serta masyarakat sangat krusial dalam menjaga kelestarian rimba dan keselamatan publik selama musim tandus 2026.
Kesiapsiagaan di Kalimantan Selatan
Di Provinsi Kalimantan Selatan, luas karhutla hingga Juni 2026 tercatat sebesar 383,07 hektare, nan terdiri dari 29,44 hektare lahan gambut dan 353,63 hektare lahan mineral. Pemprov Kalsel telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla mulai 6 Juli hingga 31 Oktober 2026.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut, Thomas Nifinluri, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan 180 personel Manggala Agni di tiga Daerah Operasional (Daops): Tanah Bumbu, Banjarbaru, dan Tanah Laut. "Hingga 16 Juli 2026, Manggala Agni berbareng tim campuran telah melaksanakan 107 operasi pemadaman dengan total luas areal nan sukses ditangani mencapai 321,04 hektare," jelas Thomas.
Kondisi Terkini Kalsel: Hingga pertengahan Juli, kualitas udara di Kalsel tetap dalam kategori sedang dengan jarak pandang di Bandara Syamsudin Noor mencapai 10 kilometer. Suhu udara rata-rata berada di nomor 34°C dengan kelembapan 58,67 persen.
Selain pemadaman darat, pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 15 Juli 2026 dan terus melakukan pembasahan lahan gambut melalui pengaturan pintu air guna menjaga tinggi muka air. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan langkah membakar dan segera melaporkan indikasi api kepada petugas terdekat. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·