Belasan ribu hektare lahan di Riau terbakar.(Dok Manggala Agni)
LUAS kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Riau kian mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil analisa gambaran satelit oleh Kemenhut, BRIN dan Kementerian LH. periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, luas Karhutla Provinsi Riau telah mencapai seluas 15.477,9 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan seluas 14.227,3 hektare Karhutla di Riau didominasi di lahan gambut. Sedangkan seluas 1.227,3 hektare melanda lahan di tanah mineral.
“Kembali lagi tentunya ini bukan hanya masalah angka, namun perlu menjadi perhatian dan pembelajaran krusial agar semua bahu membahu untuk terus mencegah Karhutla dan merespon sedini mungkin andaikan terjadi Karhutla di wilayahnya,” tegas Ferdian, Jumat (17/7).
Dijelaskannya, luas Karhutla Riau hingga Juni 2026 seluas 15.477,9 hektare tetap tergolong lebih rendah dibanding kondisi masa El Nino sebelumnya pada tahun 2019. Pada saat itu, dalam periode nan sama, luas Karhutla Riau telah mencapai 28.214,6 hektare. Luas Karhutla hingga Juni 2019 itu tetap didominasi terjadi di lahan gambut seluas 26.077,4 hektare dan lahan bertanah mineral seluas 2.137,1 hektare.
Ia mengungkapkan, saat ini tim Manggala Agni berbareng tim campuran dalam Satgas Darat melaksanakan pemadaman di tiga lokasi. Di antaranya Bagan Punak, Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dengan 1 regu Manggala Agni Daops Dumai.
Kemudian Pematang Pudu, Mandau, Kabupaten Bengkalis dengan 3 regu ialah 1 regu dari Dumai, 1 regu dari Pekanbaru, 1 regu dari Siak.
“Kemudian di Sontang, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kami tetap mencoba akses menuju TKP 1 regu Manggala Agni Pekanbaru sudah standby di pondok kerja mencari akses menuju TKP,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, luas Karhutla di Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis diperkirakan telah mencapai seluas 80 hektare. Saat ini, sebanyak 3 regu Manggala Agni sedang beraksi di letak tersebut. Yaitu regu dari Dumai, Siak, dan Pekanbaru. Operasi darat juga didukung BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat.
“Di letak juga didukung 3 helikopter water bombing. Setelah diterbangkan drone, perkiraan luasan mencapai sekitar 80 hektare per hari ini,” pungkasnya.(RK/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·