ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hasil kajian jajarannya mengenai Makan Bergizi Gratis di 800 titik SPPG seluruh Indonesia kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Hasil kajian ini disampaikan Luhut dalam pertemuan dengan dua Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, ialah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, beberapa waktu lampau (24/6/2026).
Luhut mengatakan perputaran shopping pangan diperkirakan mencapai lebih dari Rp 120 triliun per tuhan dan bisa menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja. Namun, dari besarnya shopping pangan tersebut, rupanya banyak petani, peternak hingga UMKM nan belum merasakannya.
"Multiplier-effect nya mulai terlihat nyata di daerah. Namun, kami juga kudu mengakui kebenaran bahwa faedah ekonomi nan besar ini belum sepenuhnya mengalir ke bawah. Banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal nan belum bisa terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok," ujar Luhut, dikutip dari IG @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (29/6/2026).
Oleh lantaran itu, dia menegaskan tantangan terbesar MBG sebetulnya bukan pada akomodasi dapur, melainkan pada ketahanan rantai pasok, kesiapan komoditas, kapabilitas pemasok kecil, serta tata kelola kemitraan.
"Dan saya kira persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh SPPG sendiri. Dibutuhkan kerja terintegrasi antara lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, perbankan, koperasi, dan pelaku upaya agar faedah program ini bisa semakin luas dirasakan masyarakat," papar Luhut.
Dia pun menambahkan DEN selalu siap untuk bekerja-sama dengan BGN dalam merumuskan langkah-langkah strategis ke depan demi memperkuat ekosistem rantai pasok ini.
(haa/haa)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·