Mahasiswa Beasiswa Baznas Diharapkan Pererat Hubungan Bilateral RI-Rusia

20 jam yang lalu 4
Mahasiswa Beasiswa Baznas Diharapkan Pererat Hubungan Bilateral RI-Rusia ilustrasi(Xinhua)

Sejumlah mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sukses menyelesaikan pendidikan tinggi di Rusia. Kelulusan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia di beragam bidang.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengapresiasi keberhasilan para mahasiswa nan bisa menuntaskan studi di lingkungan akademik internasional.

"Alhamdulillah kami berterima kasih atas kelulusan mahasiswa penerima danasiwa Baznas. Ini menjadi capaian nan membanggakan, tidak hanya bagi Baznas, tetapi juga para muzaki nan telah mengamanahkan zakatnya," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7).

Menurut Idy, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan amal dapat memberikan akibat nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan nan berkelanjutan. Ia menilai pendidikan merupakan salah satu instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mencetak generasi nan mempunyai kompetensi dan daya saing di tingkat global.

"Para penerima danasiwa ini adalah bagian dari ikhtiar Baznas dalam menghadirkan generasi unggul. Ketika anak-anak bangsa mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan terbaik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, masyarakat, dan negara," katanya.

Baznas, lanjut Idy, bakal terus mengembangkan program danasiwa sebagai bagian dari optimasi amal produktif. Program tersebut diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia nan berintegritas, kompeten, serta bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow atas support dan pendampingan nan diberikan kepada mahasiswa Indonesia selama menjalani pendidikan di Rusia.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, menilai kelulusan para mahasiswa menjadi awal dari tanggung jawab nan lebih besar untuk mengabdikan pengetahuan nan telah diperoleh.

"Beasiswa nan ananda terima hari ini adalah amanah dari para muzaki melalui Baznas. Ini adalah titipan umat. Karena itu, setelah lulus, ananda mempunyai tanggung jawab moral untuk mengamalkan pengetahuan demi kemajuan bangsa dan negara," ujarnya.

Rosyadi menambahkan, mahasiswa Indonesia nan menempuh pendidikan di Rusia juga mempunyai peran strategis sebagai bagian dari diplomasi masyarakat alias people-to-people diplomacy antara Indonesia dan Rusia. Menurutnya, para lulusan diharapkan bisa menjadi jembatan nan mempererat hubungan kedua negara sekaligus menghadirkan penemuan dan solusi bagi beragam tantangan pembangunan di Indonesia.

"Pengalaman belajar di Rusia menjadi modal krusial untuk membawa perspektif global, sekaligus tetap berakar pada kebutuhan bangsa. Jadilah generasi nan bisa memberikan akibat nyata bagi masyarakat," tandasnya.

Selengkapnya