Warga Majalengka membeli kebutuhan pokok pada Operasi Pasar Murah.(MI/NURUL HIDAYAH)
MENJAGA stabilitas nilai pangan sekaligus pengendalian laju inflasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka seminggu sekali menggelar Operasi Pasar Murah (OPM).
OPM digelar oleh melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan Bulog Cirebon. OPM digelar rutin pada Kamis di setiap minggu mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.
“OPM ini diadakan secara serentak di empat pasar milik Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, ialah Pasar Cigasong, Pasar Kadipaten, Pasar Talaga dan Pasar Prapatan Sumberjaya,” tutur Kepala Bidang Pasar, Disperdagin Kabupaten Majalengka, Taufikurohman.
Tujuan OPM digelar langsung di empat pasar tradisional ini agar distribusinya merata dan langsung menyentuh konsumen akhir.
Dia menjelaskan, ada dua komoditas utama nan dipasok langsung oleh BULOG Cirebon dalam OPM ini adalah beras kualitas medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta minyak goreng rakyat (Minyakita) dengan nilai di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras SPHP Dijual dengan nilai Rp.58.000 per bungkusan 5 kg alias lebih irit dari HET Rp62.500 per 5 kg.
Sementara Minyakita dijual dengan nilai Rp15.500 per liter alias di bawah HET Rp15.700/liter.
”Untuk memastikan pemerataan, pembelian minyak goreng dibatasi maksimal 2 liter per orang," tambah Taufikurohman.
Gelaran OPM, lanjut dia, bermaksud untuk menjaga stabilitas nilai pangan, mengendalikan laju inflasi daerah, serta meringankan beban ekonomi masyarakat.
"Operasi Pasar Murah ini merupakan komitmen nyata Pemda Majalengka bekerja sama dengan Bulog Cirebon untuk datang langsung di tengah masyarakat. Mengingat persediaan terbatas, kami mengimbau penduduk untuk datang tepat waktu dan tertib. Harapan kami, sinergi rutin setiap hari Kamis ini dapat menekan lonjakan nilai di pasar domestik," tandasnya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·