Makin Kuat, Ini Tujuan Danantara Integrasikan Holding BUMN

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai mempercepat transformasi sebagai superholding investasi negara. Fokus utamanya tidak hanya membenahi tata kelola BUMN tetapi juga mengakselerasi investasi strategis.

Transformasi difokuskan pada penguatan sinergi antar holding sehingga investasi, pendanaan, hingga ekspansi upaya dapat dilakukan secara lebih efisien. Integrasi ini nantinya melahirkan upaya skala raksasa.

Melalui skema "holdingisasi", perusahaan-perusahaan negara sekarang dikelompokkan ke dalam klaster-klaster spesifik. Strategi ini memungkinkan Danantara untuk mengelola aset negara secara lebih efisien, fokus, dan ahli layaknya lembaga pengelola investasi global

Holding nan menjadi konsentrasi Danantara ialah Pertamina Group demi mempercepat integrasi upaya hulu, hilir, petrokimia, hingga daya baru terbarukan.

Pada awal Februari lalu, Pertamina resmi menggabungkan tiga anak upaya di upaya hilir, ialah PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS). PT Pertamina Patra Niaga (PPN) saat ini menjadi entitas penerima penggabungan tiga perusahaan tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa penggabungan tersebut dilakukan lantaran adanya inefisiensi antar perusahaan. Dengan merger ini, diharapkan adanya efisiensi hingga puluhan triliun per tahunnya.

"Kami baru selesai melakukan merger bulan Februari, 1 Februari merger di downstream (bisnis hilir). Kita konsolidasikan kembali antara Patra Niaga, PIS, dan juga Kilang. Kenapa? Karena ini kan satu perusahaannya harusnya, tidak bisa dicacah nan menyebabkan inefficiency," ungkap Dony dikutip Rabu (29/7/2026).

Integrasi lainnya ialah di bagian pertanian melalui PT Perkebunan Nusantara Group (PTPN III). PTPN mengintegrasikan upaya hilir mencakup koordinasi strategis pengelolaan aset, transformasi subholding seperti PalmCo, serta penguatan hilirisasi sektor pangan dan daya nasional. Langkah ini menempatkan operasional PTPN Group di bawah visi besar tata kelola investasi negara untuk percepatan ekonomi.

Selain itu, integrasi holding Pupuk Indonesia memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pupuk dan amonia hijau. Perusahaan juga berkomitmen melakukan peremajaan alias revitalisasi 7 pabrik dalam 5 tahun ke depan sejalan dengan pengarahan Danantara untuk mengoptimalkan portofolio aset BUMN agar lebih produktif dan berbobot tambah.

"Pupuk kita punya 47 perusahaan anak. Ini juga bakal lenyap semua. Karena bakal terjadi konsolidasi. Sehingga kelak hanya bakal ada beberapa saja dari perusahaan pupuk nan memang memproduksi pupuk," ujar Dony.

Danantara menargetkan pada tahun ini bakal memangkas anak hingga cucu upaya BUMN dari 1.043 entitas menjadi 300 entitas. Konsolidasi BUMN ini merupakan pekerjaan nan kudu dilakukan saat ini karena Danantara terkendala melakukan pemantauan terhadap 1.043 entitas nan berada di bawah naungan pelat merah.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya