ARTICLE AD BOX
Labu siam(magnifik)
LABU siam termasuk sayuran nan cukup sering dipilih lantaran rasanya ringan dan mudah diolah, apalagi kerap dijadikan lalapan. Labu siam (chayote) mengandung serat, vitamin C, folat, kalium, vitamin K, dan nutrisi lainnya.
Berdasarkan info United States Department of Agriculture (USDA), satu cangkir alias sekitar 160 gram labu siam nan telah dimasak mengandung sekitar 2,8 gram serat pangan.
Kandungan tersebut berkontribusi terhadap kesehatan pencernaan dan membantu memenuhi kebutuhan serat harian. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang nan belum terbiasa mengonsumsi makanan tinggi serat.
Jika mengkonsumsi labu siam secara berlebihan dalam satu waktu bisa memicu keluhan pencernaan pada sebagian orang. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases alias (NIDDK) menjelaskan bahwa sebagian orang dapat mengalami lebih banyak gas ketika mengonsumsi terlalu banyak serat.
Hal itu terjadi lantaran tidak semua serat dapat dicerna oleh lambung dan usus halus. Sebagian serat bakal mencapai usus besar, kemudian difermentasi oleh kuman baik nan hidup di dalam usus.
Proses fermentasi ini menghasilkan gas, seperti hidrogen, karbon dioksida, dan metana. Semakin banyak serat nan difermentasi dalam waktu singkat, semakin banyak pula gas nan terbentuk sehingga sebagian orang dapat mengalami perut kembung, sering buang angin, sendawa, alias rasa penuh di perut.
Selain jumlah serat, keahlian setiap orang dalam mencernanya juga berbeda. NIDDK menyebut mikrobiota usus memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap peningkatan konsumsi serat.
Karena itu, perubahan pola makan secara tiba-tiba justru dapat meningkatkan akibat gangguan pencernaan. Untuk mengurangi keluhan tersebut, asupan serat dianjurkan ditingkatkan secara berjenjang dan diimbangi dengan konsumsi air putih nan cukup agar serat dapat bergerak lebih baik di dalam saluran cerna.
Meski demikian, perihal ini bukan berfaedah labu siam perlu dihindari. National Institutes of Health (NIH) menegaskan bahwa serat merupakan bagian krusial dari pola makan sehat lantaran berkedudukan dalam menjaga kesehatan metabolisme, mendukung pertumbuhan kuman baik di usus, serta berkontribusi terhadap kesehatan jantung.
Karena itu, nan perlu diperhatikan bukanlah menghindari labu siam, melainkan mengkonsumsinya dalam jumlah nan sesuai dan menyesuaikannya dengan kondisi tubuh masing masing. Dengan langkah tersebut, faedah serat tetap dapat diperoleh tanpa meningkatkan akibat gangguan pencernaan.
Sumber: National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, National Institutes of Health








English (US) ·
Indonesian (ID) ·