Manfaat Olahraga bagi Jantung dan Otak sesuai Panduan AHA

3 hari yang lalu 8
Manfaat Olahraga bagi Jantung dan Otak sesuai Panduan AHA ilustrasi(Magnific)

Olahraga tidak hanya bermaksud meningkatkan kebugaran alias kekuatan fisik, tetapi juga menjadi salah satu pilar krusial dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Menurut American Heart Association (AHA), aktivitas bentuk rutin membantu menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak sekaligus menurunkan akibat beragam penyakit kronis.

Sejalan dengan itu, aktivitas Exercise is Medicine mendorong tenaga kesehatan untuk menjadikan aktivitas bentuk sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan melalui rekomendasi olahraga nan dipersonalisasi bagi setiap pasien.

Mengapa Olahraga Berpengaruh terhadap Jantung dan Otak

Berdasarkan info dari AHA, olahraga membantu jantung memompa darah lebih efisien. Hal ini memastikan pengedaran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh menjadi lebih optimal. Dampak positifnya tidak hanya menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkendali, tetapi juga secara signifikan menurunkan akibat penyakit jantung koroner, stroke, glukosuria jenis 2, hingga hipertensi.

Selain jantung, aliran darah nan lebih lancar memberikan faedah besar bagi otak. Aktivitas bentuk membantu mempertahankan kegunaan kognitif, termasuk daya ingat, konsentrasi, dan keahlian berpikir nan sering kali menurun seiring bertambahnya usia.

Panduan Aktivitas Fisik untuk Dewasa dan Anak

Untuk mendapatkan faedah kesehatan nan optimal, AHA memberikan pedoman lama olahraga berasas golongan usia:

1. Orang Dewasa

  • Melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang alias 75 menit aktivitas intensitas tinggi per minggu.
  • Melakukan latihan penguatan otot (seperti latihan beban) minimal dua kali seminggu.
  • Mengurangi waktu duduk tak bersuara dan meningkatkan aktivitas bentuk secara berjenjang hingga 300 menit per minggu untuk faedah nan lebih besar.

2. Anak-anak dan Remaja

  • Usia 3–5 tahun: Dianjurkan untuk aktif bergerak sepanjang hari guna mendukung pertumbuhan.
  • Usia 6–17 tahun: Disarankan melakukan setidaknya 60 menit aktivitas bentuk setiap hari, didominasi oleh aktivitas aerobik.
  • Latihan Tambahan: Aktivitas intensitas tinggi serta penguatan otot dan tulang dianjurkan sedikitnya tiga hari dalam seminggu.

Catatan untuk Pemula: Bagi penyandang disabilitas alias mereka nan mempunyai penyakit kronis, AHA menyarankan untuk memulai olahraga secara berjenjang dan menyesuaikan jenis aktivitas dengan kondisi bentuk masing-masing.

Melalui konsep Exercise is Medicine, olahraga sekarang dipandang sebagai bagian dari upaya medis dalam menjaga kesehatan, bukan sekadar aktivitas kebugaran tambahan. Konsistensi dalam bergerak menjadi kunci utama untuk memperoleh faedah kesehatan jangka panjang. (AHA/E-3)

Selengkapnya