Marina Baru di Benoa Mulai Beroperasi, Mampu Tampung 75 Yacht

56 menit yang lalu 2
Marina Baru di Benoa Mulai Beroperasi, Mampu Tampung 75 Yacht PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL)(Istimewa)

MARINA baru di area Pelabuhan Benoa, Bali, resmi mulai beraksi dengan kapabilitas awal bisa menampung hingga 75 yacht, termasuk kapal pesiar mewah (superyacht) berukuran hingga 200 kaki.

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), salah satu anak upaya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) nan berfokus pada jasa pendukung pelabuhan serta pengembangan area terintegrasi pelabuhan bersama PT Marina Development Indonesia (MDI) secara resmi mengoperasikan Dock B dan Dock C di Bali Gapura Marina. 

Berlokasi di kawasan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), Pelabuhan Benoa, Bali Gapura Marina dikembangkan sebagai prasarana maritim nan mendukung pertumbuhan industri yachting nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi utama pelayaran dan wisata maritim di area Asia Pasifik.

Dengan telah beroperasinya dua dock pertama dari total lima dock nan direncanakan, Bali Gapura Marina bakal meningkatkan kapabilitas tersebut secara berjenjang hingga mencapai 180 yacht pada saat seluruh pengembangan marina selesai dan beraksi penuh, nan ditargetkan pada tahun 2027.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menyampaikan perseroan terus mendorong pengembangan marina melalui penyediaan prasarana modern, jasa premium, serta penguatan standar operasional dan keselamatan.

“Pengembangan Bali Gapura Marina merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan marina tourism hub bergengsi bumi nan mengedepankan kualitas layanan, keberlanjutan, serta pemanfaatan teknologi modern," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7).

Pengembangan Bali Gapura Marina merupakan hasil sinergi antara PT Pelindo Sinergi Lokaseva sebagai developer area BMTH dan PT Marina Development Indonesia sebagai mitra investor, pengembang, pengelola, serta operator marina. Kolaborasi ini mengintegrasikan pembangunan prasarana dengan standar operasional marina internasional, strategi komersial, serta pengelolaan jangka panjang.

"Kami optimistis pengembangan ini dapat memperkuat daya saing Indonesia sebagai lokasi wisata maritim dunia dan ke depan bakal lahir marina-marina berstandar internasional lainnya di Indonesia,” ujar Faruq.

Bali Gapura Marina dikembangkan sebagai aset prasarana maritim dengan standar operasional internasional serta model upaya nan berkelanjutan. Presiden Direktur Marina Development Indonesia Ulf Backlund mengatakan, pihaknya tidak hanya konsentrasi pada penyediaan akomodasi sandar, tetapi juga membangun ekosistem marina nan mencakup jasa operasional.

"Serta pengalaman pengguna nan bisa mendukung pertumbuhan industri yachting Indonesia dalam jangka panjang," ucapnya.

Bali Gapura Marina menghadirkan prasarana dan jasa nan mendukung operasional yacht secara efisien. Dua dock pertama telah dilengkapi dengan pedestal berstandar internasional untuk pasokan listrik dan air bersih, sementara Welcome Station berfungsi sebagai pusat jasa kehadiran dan keberangkatan (arrival & departure).

Fasilitas ini mengintegrasikan Travel dan Concierge, Tenant Lounge, jasa CIQP (Customs, Immigration, Quarantine and Port Authority), serta check-in dan check-out seaplane dalam satu lokasi. Melalui sistem one-stop service, pengguna marina dapat mengusulkan arsip secara elektronik sebelum kapal tiba, sehingga proses clearance berbareng Bea Cukai, Imigrasi, Karantina dan Otoritas Pelabuhan (CIQP) menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan.

Ke depan, Bali Gapura Marina bakal terus melengkapi area dengan beragam akomodasi pendukung, termasuk yacht club, yacht service station, area ritel, akomodasi lifestyle, dan premium entertainment, sebagai bagian dari pengembangan ekosistem marina dan wisata maritim di area Bali Maritime Tourism Hub. (E-4)

Selengkapnya