Mayoritas Kapal ASDP Berusia Tua, Butuh Dana Segini untuk Peremajaan

1 hari yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghadapi tantangan besar dalam menjaga keselamatan penyeberangannya. Perusahaan pelat merah ini menilai peremajaan armada menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya usia kapal dan tingginya biaya perawatan.

"Kami menghadapi tantangan nan cukup serius. Berdasarkan info nan kami miliki, 55% kapal ASDP Group berumur di atas 30 tahun dan 72 persennya tetap mempunyai kapabilitas di bawah 1.000 GT," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (24/6/2026).

Usia armada nan semakin tua berbanding lurus dengan peningkatan biaya operasional dan akibat keselamatan. Kondisi tersebut membikin perusahaan tidak bisa lagi menunda program modernisasi armada.

"Sesuai info DNV Maritime Service, Strait dan Clarkson, semakin tua usia kapal maka biaya perawatannya semakin tinggi dan tingkat keamanan serta keselamatannya semakin menurun," ujarnya.

ASDP mencatat sekitar 116 kapal menghadapi akibat penurunan aspek keselamatan. Selain itu terdapat 79 kapal nan menggunakan mesin dengan suku cadang nan sudah tidak lagi diproduksi sehingga menyulitkan proses pemeliharaan.

Foto udara suasana sunyi di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (6/5/2021). Pelabuhan Merak sejak Kamis (6/6) hingga 17 mei 2021 menghentikan pelayanan penyeberangan bagi pemudik dan hanya melayani penyeberangan untuk pengedaran logistik alias kebutuhan pokok serta penumpang nan berizin unik sebagai upaya mengantisipasi akibat peningkatan kasus penularan COVID-19 saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)Foto udara suasana sunyi di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (6/5/2021). Pelabuhan Merak sejak Kamis (6/6) hingga 17 mei 2021 menghentikan pelayanan penyeberangan bagi pemudik dan hanya melayani penyeberangan untuk pengedaran logistik alias kebutuhan pokok serta penumpang nan berizin unik sebagai upaya mengantisipasi akibat peningkatan kasus penularan COVID-19 saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Foto udara suasana sunyi di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (6/5/2021). Pelabuhan Merak sejak Kamis (6/6) hingga 17 mei 2021 menghentikan pelayanan penyeberangan bagi pemudik dan hanya melayani penyeberangan untuk pengedaran logistik alias kebutuhan pokok serta penumpang nan berizin unik sebagai upaya mengantisipasi akibat peningkatan kasus penularan COVID-19 saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

"Oleh lantaran itu kami memandang peremajaan kapal sebagai sesuatu nan sangat urgen dan krusial sekarang. Bukan hanya untuk efektivitas operasional, tetapi juga untuk menjaga keselamatan pelayaran dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan kapal nan lebih besar dan lebih aman," katanya.

ASDP menghitung kebutuhan investasi hingga tahun 2030 mencapai Rp 23,49 triliun. Dana itu bakal digunakan untuk pembangunan kapal baru, penggantian armada lama, hingga pengembangan pelabuhan.

"Sampai tahun 2030, ASDP memerlukan total investasi sebesar Rp 23,49 triliun nan mencakup pembangunan 46 unit kapal baru dan 55 proyek pembangunan di 35 pelabuhan. Kebutuhan ini kami sampaikan secara transparan agar tantangan lima tahun ke depan dapat dipahami bersama," ujar Heru.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya