MBG Jalan, Harga Daging Ayam dan Telur Ayam Kembali Naik di Kota Sukabumi

2 hari yang lalu 3
MBG Jalan, Harga Daging Ayam dan Telur Ayam Kembali Naik di Kota Sukabumi Pedagang telur di pasar tradisional tengah menjajakan dagangannya.(MI/BENNY BASTIANDY)

HARGA komoditas daging ayam dan telur ayam di Kota Sukabumi, Jawa Barat, kembali naik. Kondisi itu terjadi setelah program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan, usai libur panjang sekolah.

Data Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi mencatat saat ini nilai daging ayam rerata di kisaran Rp37 ribu per kilogram. Sebelumnya, nilai komoditas tersebut di kisaran Rp36 ribu per kilogram.

Sementara nilai telur ayam naik jadi Rp26 ribu per kilogram. Awalnya, nilai telur ayam berkisar Rp25 ribu per kilogram.

"Kurun sepekan ini nilai daging ayam dan telur ayam naik dua kali ialah pada 13 Juli dan 17 Juli," kata Kepala Diskumdagin Kota Sukabumi, Een Rukmini, melalui Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri, M Rifky, Minggu (19/7).

Pantauan perkembangan nilai beragam bahan pokok krusial di Kota Sukabumi dilakukan di Pasar Pelita dan Tipar Gede.

Rifky menyebut, naiknya nilai dua komoditas tersebut kemungkinan lantaran meningkatnya permintaan. Terlebih, saat ini program MBG sudah kembali melangkah pascalibur sekolah.
 
"Ada juga komoditas nan harganya turun. Salah satunya kacang kedelai impor. Harganya turun Rp250 per kilogram, dari sebelumnya Rp10.900 per kilogram, sekarang jadi Rp10.650 per kilogram," ujarnya.

Sementara itu terdapat pula sejumlah komoditas nan harganya relatif stabil. Antara lain beras premium kelas I nan harganya tetap di kisaran Rp14.800 per kilogram dan beras premium kelas II nan harganya Rp14.600 per kilogram.

"Daging sapi harganya Rp150 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp21 ribu per liter," tutur Rifky.

Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau perkembangan nilai di lapangan. Sejauh ini dipastikan pergerakan nilai tetap relatif terkendali.

Tidak terjadi lonjakan nilai nan signifikan, sehingga tak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Selengkapnya