MBG Jalan Lagi, Wamenko Pangan Ungkap Efeknya ke Harga Telur Ayam

1 hari yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq menilai kenaikan nilai telur ayam di segelintir pasar dipengaruhi oleh pergerakan pasokan dan permintaan. Terlebih, saat ini permintaan telur ayam mulai meningkat seiring mulai berjalannya aliran masuk sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi saya rasa kenaikan hari ini ya kita maklumi sebagai suatu pergerakan demand (permintaan) dengan masuknya anak-anak sekolah nan kemudian mau tidak mau, suka tidak suka pengaruh akibat MBG ini demikian terasa apalagi dari telur saja," ungkap dia kepada wartawan di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).

Hanif bilang, upaya pengaturan soal keseimbangan pasokan dan permintaan semestinya perlu dilakukan secara lebih rinci agar nilai komoditas pangan ini bisa tetap terjaga. Oleh karena itu, jika permintaan telur ayam mulai menurun, maka harganya pun bakal ikut menyusut.

"Tadi dengan naiknya ini sebenarnya kita juga Alhamdulillah lantaran tetap dalam nilai nan kemudian memang seri antara biaya produksi dan konsumsi masyarakat," terang dia.

Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku upaya peternakan sekarang menghadapi tekanan dobel akibat lonjakan nilai pakan di tengah anjloknya nilai jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku upaya peternakan sekarang menghadapi tekanan dobel akibat lonjakan nilai pakan di tengah anjloknya nilai jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku upaya peternakan sekarang menghadapi tekanan dobel akibat lonjakan nilai pakan di tengah anjloknya nilai jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, dalam beberapa pekan terakhir nilai telur ayam mengalami penurunan cukup tajam, namun saat ini nilai produk tersebut mulai berangsur naik kembali.

"Ini telur naik, alhamdulillah. Karena kan kemarin telur itu harganya di kandang saja sampai Rp 15.000. Nah sekarang, pemerintah pada saat nilai telur di bawah itu, Pak Mentan (Menteri Pertanian) sekaligus Bapak Kepala Badan Pangan Nasional perintahkan gimana upaya kita mengangkat nilai tersebut," ujar Ketut.

Dia menambahkan, pemulihan nilai telur ayam didorong oleh peningkatan permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memenuhi kebutuhan MBG seiring dimulainya tahun aliran baru bagi para pelajar hingga berakhirnya bulan Suro.

Berdasarkan hasil temuan di Pasar Tebet Timur, salah satu pedagang bahan pokok berjulukan Udin mengaku saat ini nilai telur ayam sudah mulai meroket. Kini, nilai telur ayam satu kilogram dibanderol seharga Rp 27.000 sampai dengan Rp 28.000.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya