Megawati Resmikan Monumen Kudatuli

1 jam yang lalu 3
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menaburkan kembang dan meletakkan karangan kembang di depan Monumen Kudatuli sebagai corak penghormatan kepada para korban Peristiwa 27 Juli 1996 di depan instansi DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7/2026).(ANTARA/HO-PDIP)

KETUA Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli sebagai penghormatan kepada para korban Peristiwa 27 Juli 1996 di depan instansi DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/7). Megawati didampingi Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo melakukan proses tabur bunga.

Selain itu, Meutia Hatta dan Halida Hatta, putri Wakil Presiden Pertama Mohammad Hatta, turut datang berbareng pematung Dolorosa Sinaga. Ada pula Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Monumen Kudatuli di depan Kantor DPP PDIP menggambarkan sosok wanita nan tampak memeluk lima sosok. Dalam pidatonya, Megawati mengucapkan terima kasih kepada seniwati nan telah membikin monumen tersebut.

"Secara unik saya mengucapkan terima kasih kepada seniwati nan saya kenal dan pandai. Saya memanggilnya Mbak Dolorosa Sinaga, nan telah menggambarkan dengan baik terhadap apa nan saya kontemplasikan selama ini," kata Megawati.

Menurutnya monumen bukan sekadar batu dan logam, melainkan simbol perjuangan dari perenungan mendalam.

"Saya selalu berdoa, mengatakan kepada Allah SWT, kapan bakal berakhir keadaan Republik Indonesia nan dicita-citakan oleh bapak saya menjadi sebuah negara nan mandiri, nan kaya raya, rakyatnya hidupnya sejahtera, aman, dan sentosa," kata dia.

Megawati menjelaskan bahwa monumen memperingati kejadian Kudatuli menggambarkan kesabaran revolusioner nan lahir dari keyakinan, keteguhan, dan keberanian.

"Dalam kontemplasi saya, saya memandang kehidupan saya sendiri nan saya serangkum menjadi sebuah kata-kata, bahwa kita jika percaya dalam kehidupan dan setelah itu tahu untuk apa kita punya keyakinan, maka kudu punya keteguhan dan keberanian. Setelah itu, di dalam menjalankannya, kita tidak pernah boleh putus asa. Oleh karena itu, kita kudu punya kesabaran revolusioner," ucap dia. (Ant/H-4)

Selengkapnya