loading...
Mendagri Muhammad Tito Karnavian memberikan pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). Foto/Dok. SindoNews
SUMEDANG - Mendagri Muhammad Tito Karnavian berambisi lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ) menjadi pemasok perubahan di tengah kehidupan Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, sebagai lulusan IPDN, mereka diharapkan bisa menjadi teladan sekaligus mendorong terwujudnya birokrasi nan bersih, efektif, dan berintegritas di lingkungan ASN.
Hal tersebut disampaikan Mendagri saat memberikan pembekalan kepada Praja Utama Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (22/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan kuliah umum bagi calon wisudawan sebelum berkecimpung di bumi birokrasi sebagai aparatur negara. Baca juga: WFH ASN Setiap Jumat Diklaim Bikin Negara Hemat Rp1,95 Triliun, Begini Hitungannya
"Bagaimana caranya membikin 6,5 juta ( ASN ) ini semuanya bisa efisien. Paling enggak mayoritas. Perlu ada agent of change. Harus ada pemasok pembaruan nan bisa merubah mereka," katanya.
Mendagri menjelaskan, lulusan IPDN mempunyai peran strategis untuk menjadi pemasok perubahan di lingkungan ASN. Dengan jumlah ASN nan mencapai sekitar 6,5 juta orang, dibutuhkan figur-figur nan bisa membawa perubahan positif dalam budaya kerja birokrasi.
Menurut Mendagri, lulusan IPDN juga mempunyai kelebihan dibandingkan lulusan perguruan tinggi lainnya. Selain dibekali keahlian akademik di bagian pemerintahan, mereka juga ditempa melalui pendidikan karakter, kedisiplinan, integritas, serta pembinaan bentuk dan mental sehingga diharapkan siap menjalankan tugas sebagai aparatur negara.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·