Mengapa Perempuan Terlihat Lebih Jago Multitasking Dibanding Pria? Ini Penjelasan Ilmiahnya

4 hari yang lalu 12
Mengapa Perempuan Terlihat Lebih Jago Multitasking Dibanding Pria? Ini Penjelasan Ilmiahnya Ilustrasi(Magnific)

KLAIM bahwa wanita merupakan multitasker nan lebih baik daripada laki-laki sudah sering terdengar dalam percakapan sehari-hari maupun media populer. Namun, beragam studi ilmiah selama ini justru kesulitan menemukan bukti jelas bahwa wanita secara konsisten mengungguli laki-laki saat kudu menangani banyak tugas sekaligus.

Kesenjangan antara kepercayaan masyarakat dan hasil penelitian laboratorium ini telah membingungkan para peneliti selama bertahun-tahun. Kini, sebuah studi terbaru sukses mengungkap jawabannya. Ternyata, perihal ini tidak berangkaian dengan kapabilitas keahlian dasar, melainkan sebuah kebiasaan spesifik saat seseorang berada di bawah tekanan.

Penelitian ini diinisiasi oleh André Szameitat dari Brunel University of London dan Diana Szameitat dari City St George’s, University of London. Didanai oleh Bial Foundation di Portugal, mereka merancang pengetesan nan lebih menyerupai situasi kacau di rumah daripada sekadar uji laboratorium di depan layar komputer.

Dalam penelitian ini, para peserta diminta menyelesaikan lima tugas nan tersebar di tiga meja berbeda sembari terus bergerak dan berdiri. Tugas utamanya adalah simulasi memasak dengan resep cetak dan bahan makanan mainan, nan terus diinterupsi sirine dapur. Ketika sirine berdering, mereka kudu bergegas ke meja lain untuk menyelesaikan teka-teki kertas seperti mencari daftar nomor telepon dan mencentang huruf serta angka, sebelum akhirnya kembali ke meja memasak.

Di saat nan sama, sebuah layar terus memunculkan kata-kata random nan mengharuskan peserta menulis kata nan berlatar belakang merah. Tak hanya itu, sebuah rekaman bunyi juga melontarkan pertanyaan setiap 20 detik sekali.

Selama sepuluh menit, ritme sirine berubah menjadi semakin ketat, dari nan awalnya berjarak 90 detik menyusut hingga tersisa 30 sekian detik. Situasi nan awalnya santuy pun berubah menjadi sangat menegangkan.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada empat dari lima tugas, ialah memasak, mencari nomor telepon, teka-teki huruf, dan memantau kata di layar, performa laki-laki dan wanita keluar seimbang. Perbedaan mencolok baru terlihat pada tugas komunikasi. Para laki-laki condong mengabaikan pertanyaan bunyi dua kali lebih banyak daripada perempuan. Secara angka, wanita hanya membiarkan sekitar 12% pertanyaan tidak terjawab, sementara laki-laki mengabaikan nyaris 28% pertanyaan.

Menariknya, saat laki-laki memilih untuk menjawab, respons mereka sama sigap dan lengkapnya dengan perempuan. Artinya, laki-laki tidak gagap dalam berbicara, melainkan sengaja melepaskan tugas percakapan tersebut ketika konsentrasi mereka terbagi lenyap ke tugas lain.

Pada bagian kedua penelitian, tim menayangkan video klip pendek para peserta multitasking ini kepada 160 pengamat nan tidak tahu tujuan riset. Hasil penilaian menunjukkan wanita dinilai lebih bisa mengendalikan situasi, sigap, dan terlihat lebih bahagia. Saat tekanan meningkat, laki-laki dinilai menjadi lebih stres, sedangkan wanita tampak tetap tenang.

Para pengamat rupanya menilai keahlian multitasking seseorang hanya berasas seberapa banyak mereka menjawab pertanyaan lisan. Siapa pun nan memilih tak bersuara bakal langsung dianggap sedang kesulitan mengelola tugasnya. Hal ini berangkaian dengan horn effect, sebuah bias kognitif di mana satu penilaian negatif dapat memperburuk persepsi seseorang secara keseluruhan.

"Secara kolektif, info kami mengonfirmasi bahwa tidak ada perbedaan jenis kelamin nan substansial dalam tugas kognitif visual-manual, tetapi perbedaan jenis kelamin nan signifikan memang ada dalam keahlian untuk mempertahankan percakapan saat melakukan multitasking," ujar André Szameitat.

Ia menambahkan, "Kemampuan ini sangat menonjol dalam kehidupan sehari-hari dan, dengan demikian, dapat menjelaskan berkembangnya stereotipe publik nan meluas bahwa wanita lebih baik dalam multitasking daripada pria." (Earth/Z-2)

Selengkapnya