Mengapa Presiden UEFA Absen di Final Piala Dunia?

17 jam yang lalu 4
Mengapa Presiden UEFA Absen di Final Piala Dunia? Presiden UEFA Aleksander Ceferin.(AFP/JULIEN DE ROSA)

KETIDAKHADIRAN Presiden UEFA Aleksander Ceferin pada final Piala Dunia 2026 memunculkan beragam spekulasi. Sejumlah media Inggris melaporkan absennya orang nomor satu di sepak bola Eropa itu merupakan corak ketidaksetujuan terhadap sejumlah kebijakan FIFA sepanjang gelaran turnamen.

Hubungan UEFA dan FIFA memang dikabarkan memanas dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu pemicunya adalah keputusan FIFA membatalkan balasan kartu merah penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun menjelang laga melawan Belgia.

Keputusan tersebut diambil setelah lobi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump nan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang hukuman terhadap Balogun.

UEFA menilai langkah itu sebagai preseden nan rawan lantaran dianggap membuka ruang bagi intervensi politik dalam pengambilan keputusan olahraga.

Dalam pernyataannya saat itu, UEFA menyebut keputusan Komite Disiplin FIFA sebagai langkah nan susah dipahami, dan tidak dapat dibenarkan, apalagi dinilai telah melewati garis merah.

Gesekan juga muncul ketika otoritas Amerika Serikat tidak mengizinkan wasit asal Somalia, Omar Artan, memasuki negara tersebut untuk bekerja di Piala Dunia.

FIFA tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut sedangkan UEFA langsung bertindak dengan menunjuk Artan sebagai wasit Piala Super Eropa nan bakal digelar bulan depan.

Persoalan lain muncul mengenai perlakuan terhadap Iran selama turnamen berlangsung. Pelatih Iran Amir Ghalenoei mengeluhkan timnya menjadi peserta nan paling dirugikan selama Piala Dunia.

Perbedaan pandangan juga terlihat dari sejumlah penemuan FIFA nan hingga sekarang belum diadopsi UEFA. Di antaranya jarak hidrasi, protokol VAR untuk kasus salah identifikasi pemain, hingga patokan pemberian kartu kepada pemain nan menutupi mulut saat berbincang dengan lawan.

Ceferin sebelumnya juga mengkritik format baru Piala Dunia nan diikuti 48 negara. Menurutnya, penambahan peserta membikin sebagian pertandingan kehilangan daya tarik.

Selain itu, dia juga menyoroti tingginya nilai tiket Piala Dunia. Sebagai pembanding, UEFA memastikan Euro 2028 tetap menyediakan kategori tiket ramah suporter dengan sekitar 40% tiket dijual  di bawah 60 poundsterling (sekitar Rp1 jutaan) serta tidak menerapkan sistem nilai dinamis.

Meski tidak datang pada partai final di New Jersey, Ceferin sebenarnya sempat menghadiri laga pembuka Piala Dunia 2026 di Mexico City pada 11 Juni lalu.

Hingga kini, baik UEFA maupun FIFA belum memberikan pernyataan resmi nan mengonfirmasi soal absennya Ceferin di final. Namun, sebagian pihak memperkirakan absennya bos UEFA tersebut merupakan corak boikot. (I-3)

Selengkapnya