Menguak Gunung Pickaxe: Target Nuklir Bawah Tanah Iran yang Diancam Serangan oleh Trump

4 jam yang lalu 4
 Target Nuklir Bawah Tanah Iran nan Diancam Serangan oleh Trump Donald Trump menakut-nakuti bakal menggempur Gunung Pickaxe di Iran. Area ini diduga menjadi situs nuklir bawah tanah nan sangat dalam dan susah ditembus peledak AS.(Vantor)

GUNUNG Pickaxe di Iran tengah, nan dijuluki Pickaxe Mountain, menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menakut-nakuti bakal menggempurnya. Trump menyatakan bahwa pasukan AS bakal segera menghantam gunung tersebut "sangat keras", setelah sebelumnya menyebut letak itu sebagai sasaran potensial.

Pemerintah Iran membantah adanya aktivitas nuklir di letak tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa tuduhan Trump hanyalah argumen nan dibuat-buat untuk melakukan agresi.

"Dua argumen nan dibuat-buat untuk melakukan agresi."

Gunung Pickaxe terletak dekat dengan kompleks pengayaan nuklir Natanz nan pernah diserang tahun lampau dalam perang 12 hari antara AS, Israel, dan Iran. Menurut master Barat, pembangunan kompleks di bawah tanah granit Gunung Pickaxe dimulai pada 2020 usai kebakaran di ruang perakitan sentrifugal Natanz nan diduga akibat sabotase.

Kala itu, Kepala Program Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, mengonfirmasi bahwa ruangan baru bakal dibangun "di jantung gunung" dekat Natanz.

Kedalaman Bawah Tanah dan Tantangan Militer

Pada Juni tahun lalu, AS menggunakan peledak pembusuk bunker GBU-57 untuk menembus situs Natanz dan Fordo. Namun, menurut Institute for Science and International Security (ISIS), Gunung Pickaxe belum pernah diserang, termasuk dalam perang nan meletus pada 28 Februari.

Pakar hubungan internasional Mohammad Hassan Najmi menyebut Iran berencana memindahkan instalasi lebih dalam ke bawah Gunung Pickaxe setelah situs Fordo dihantam bom. Analisis gambaran satelit ISIS per 14 Juli menunjukkan instalasi baru tersebut berada setidaknya 100 meter di bawah tanah, tetap dalam tahap pengerjaan, dan belum beroperasi.

Pakar rumor nuklir dari Carnegie Foundation, James Acton, menilai kedalaman tersebut berada di luar jangkauan penetrasi peledak GBU-57 milik AS. Ia menjelaskan peledak tersebut mungkin dapat menghancurkan terowongan akses, tetapi perihal itu tidak menjadi penentu utama.

Meskipun demikian, ISIS memperkirakan ruang di bawah gunung tersebut cukup luas untuk menampung pabrik pengayaan sentrifugal nan bisa memproduksi uranium tingkat senjata.

Laporan The Wall Street Journal menyebut intelijen Israel telah meyakinkan AS bahwa ribuan sentrifugal telah dipindahkan ke bawah Gunung Pickaxe pada musim gugur lalu. Pengungkapan ini menjadi krusial di tengah konsentrasi Trump pada pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara rumor nuklir tetap menjadi prioritas utama bagi Israel. (AFP/Z-2)

Selengkapnya