Menhan AS Pete Hegseth Sebut Biaya Perang Iran Tembus Rp600 Triliun

7 jam yang lalu 3
Menhan AS Pete Hegseth Sebut Biaya Perang Iran Tembus Rp600 Triliun Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengungkapkan biaya perang melawan Iran melonjak hingga US$37,5 miliar. Pengamat nilai biaya aslinya jauh lebih tinggi.(AFP)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengungkapkan biaya perang melawan Iran sekarang telah menembus nomor US$37,5 miliar (sekitar Rp600 triliun). Angka ini melonjak signifikan dibandingkan perkiraan pertengahan Mei lampau nan berada di kisaran US$29 miliar.

Keterangan tersebut disampaikan Hegseth saat memberikan kesaksian dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat AS pada Selasa waktu setempat. Dalam sidang tersebut, dia memihak pengajuan anggaran tambahan bagi Pentagon sebesar US$67 miliar.

"Perkiraan nan kami miliki hingga hari ini adalah US$37,5 miliar," ujar Hegseth di hadapan para senator.

Senator dari Partai Demokrat, Dick Durbin, menanyakan apakah biaya tersebut bakal terus membengkak mengingat masa gencatan senjata antara AS dan Iran secara efektif telah berakhir. Menjawab pertanyaan itu, Hegseth menjelaskan bahwa sebagian dari biaya US$37,5 miliar tersebut mencakup pengeluaran operasional dasar, seperti logistik MRE (meals) untuk para prajurit hingga akhir tahun fiskal.

Meskipun laporan resmi Pentagon mencatat nomor tersebut, para master menilai total pengeluaran AS sejauh ini sebenarnya jauh lebih tinggi.

Pada Maret lalu, para analis memperkirakan bentrok ini menghabiskan biaya pembayar pajak AS lebih dari US$890 juta per hari. Biaya dahsyat ini mencakup operasi udara dan laut, pengerahan pasukan darat, penggunaan sistem persenjataan, hingga pencegatan rudal, di mana fase awal bentrok menjadi periode dengan pengeluaran terbesar.

Sebelumnya pada bulan Mei, Pengawas Keuangan (Comptroller) Pentagon, Jules "Jay" Hurst III, memproyeksikan perkiraan biaya perang berada di nomor US$29 miliar.

Sementara itu, kajian terpisah dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) bulan lampau memperkirakan beban bentrok ini terhadap Departemen Pertahanan AS telah mencapai sekitar US$40 miliar.

Senior Adviser CSIS, Mark Cancian, menyebut bahwa nomor kajian tersebut apalagi belum memasukkan biaya operasional rutin nan sebelumnya sudah dialokasikan ke dalam anggaran reguler Departemen Pertahanan tahun fiskal 2026 nan nilainya melampaui US$1 triliun. (AFP/CNN/Z-2)

Selengkapnya